10 Situs Bersejarah Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List/Foto: Putu Intan/detikcom
Jakarta, Insertlive -
Berdirinya negara Indonesia tak lepas dari sejarah panjang yang penuh perjuangan serta peristiwa penting. Kedatangan para pedagang India hingga pendudukan Jepang tidak hanya meninggalkan cerita, tetapi juga bangunan fisik yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Bangunan-bangunan bersejarah tersebut menjadi sebuah warisan yang dapat dikunjungi kapanpun oleh berbagai generasi. Keunikan bangunan serta nilai sejarahnya kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Bagi Insertizen yang berencana untuk melakukan wisata sejarah, berikut ini 10 situs bersejarah Indonesia versi Insertlive yang wajib masuk ke daftar kunjungan.
Candi Borobudur
Sebagai situs warisan dunia UNESCO, tempat bersejarah ini wajib dikunjungi setidaknya sekali dalam seumur hidup. Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan kerap menjadi tujuan wisata populer. Lokasinya berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini terdiri dari tiga tingkatan yang dihiasi dengan berbagai relief dan stupa khas Borobudur. Selain itu, terdapat kurang lebih 500 patung Buddha yang tersebar di seluruh kawasan candinya.
Candi Prambanan
Selain candi Buddha, Indonesia juga memiliki candi bercorak Hindu terbesar yang juga menjadi warisan budaya UNESCO, yakni Candi Prambanan. Candi ini terletak di Sleman, Yogyakarta.
Candi Prambanan terdiri dari tiga candi utama yang disebut sebagai Trimurti. Candi yang berukuran paling besar dipersembahkan untuk Dewa Siwa, sedangkan dua lainnya yang berukuran lebih kecil didedikasikan untuk Dewa Brahma dan Dewa Wisnu. Di balik kemegahan bangunannya, Candi Prambanan juga menyimpan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang menjadi tokoh penting dari terbentuknya candi tersebut.
Benteng Vredeburg
Masih di Yogyakarta, terdapat Benteng Vredeburg yang menyimpan jejak sejarah dari masa kolonial Belanda. Lokasinya berada tidak jauh dari pusat Jogja, yaitu di Jalan Margo Mulyo Nomor 6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan.
Cagar budaya sekaligus museum ini menghadirkan pelayanan rekreasi serta edukasi bagi para masyarakat. Di dalam museumnya terdapat sejumlah ruangan yang bisa dieksplorasi oleh pengunjung, mulai dari ruang pameran temporer hingga ruang pengenalan yang menyajikan kisah perjuangan bangsa Indonesia sebelum proklamasi.
Tugu Proklamasi
Bergeser ke ibu kota, ada situs bersejarah yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Tugu Proklamasi. Monumen ini didirikan berdampingan dengan Tugu Petir dan Monumen Pahlawan Proklamator Sukarno-Hatta di Kompleks Taman Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Di sini, pengunjung dapat berekreasi sekaligus mengenang peristiwa proklamasi yang menandakan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Kota Tua
Berkunjung ke Jakarta rasanya kurang lengkap jika tidak singgah ke kawasan Kota Tua. Pengunjung dapat merasakan suasana Jakarta di era kolonial ketika menyusuri area ini. Terdapat beberapa spot dengan arsitektur khas zaman penjajahan, seperti Cafe Batavia dengan nuansa vintagenya atau Museum Fathillah yang menyimpan banyak koleksi peninggalan Belanda. Para pengunjung dapat berekreasi sekaligus belajar mengenai sejarah Indonesia beserta peninggalan kunonya di tempat ini.
Lawang Sewu
Lawang Sewu menjadi situs bersejarah ikonik yang wajib dikunjungi ketika singgah di Semarang. Nama Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti seribu pintu, sesuai dengan banyaknya jumlah pintu pada bangunan tersebut. Saat ini, Lawang Sewu menjadi daya tarik para wisatawan dengan peninggalan bangunan kunonya yang antik serta ruang bawah tanah yang kerap disewa untuk pelaksanaan acara tertentu.
Monas
Monumen yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia. Monas (Monumen Nasional) merupakan salah satu ikon Kota Jakarta yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Monumen ini terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Tugu ini dapat dilihat dari kejauhan dengan tingginya yang menjulang hingga 132 meter. Pada bagian puncaknya, terdapat ornamen Lidah Api berlapis emas yang melambangkan perjuangan bangsa Indonesia.
Jam Gadang
Jam Gadang merupakan salah satu bangunan ikonik peninggalan Hindia-Belanda yang terletak di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Monumen ini memiliki empat tingkat bangunan dengan ketinggian mencapai 26 meter. Di puncak menaranya, terdapat jam besar yang dapat disaksikan dari kejauhan. Dulunya, monumen ini didirikan atas perintah Ratu Belanda Wilhelmina sebagai hadiah untuk Rook Maker, sekretaris Fort de Kock.
Benteng Rotterdam
Sulawesi juga memiliki situs bersejarah yang sayang untuk dilewatkan, yakni Benteng Rotterdam yang berlokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Salah satu daya tarik yang unik dari benteng ini adalah denah bangunannya yang menyerupai bentuk penyu. Penyu terkenal sebagai salah satu makhluk yang mampu bertahan hidup di darat maupun laut. Karakter hewan tersebut menggambarkan masyarakat Kerajaan Gowa pada masa itu.
Gedung Sate
Gedung Sate menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Kota Bandung. Gedung ini dibangun dengan gaya arsitektur ala Eropa dengan nuansa klasik. Salah satu yang mencolok dari bangunan ini adalah bagian puncaknya yang terdapat enam ornamen menyerupai daging sate dengan beberapa bulatan yang seperti daging sate. Selain sebagai destinasi wisata sejarah, saat ini Gedung Sate juga difungsikan sebagai kantor Gubernur Jawa Barat.
(Astrid Riyani Atmaja/dis)
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

3 hours ago
2
















































