Jakarta -
Komika Fico Fachriza membagikan kisah perjalanan religinya yang penuh refleksi. Ia mengaku sempat meninggalkan salat hingga 10 tahun lamanya, bahkan salat Id pun pernah ia lewatkan.
Namun, sebuah momen sederhana di Tasikmalaya menjadi titik balik yang membuatnya kembali mengingat dan merasakan ketenangan dalam beribadah.
"Saya mungkin sudah 10 tahun nggak salat, bahkan saya salah Id saja bolos karena harus berangkat dari rumah," ungkap Fico dalam acara Rumpi No Secret Trans TV baru-baru ini.
Fico bercerita bahwa suatu hari ia berkunjung ke rumah mertua temannya di Tasikmalaya. Saat tengah mengobrol, azan Magrib berkumandang. Biasanya, ketika diajak salat, Fico dengan santai menolak. Namun kali itu, ia justru merasakan keteduhan yang berbeda.
"Saya di momen itu saat ke Tasikmalaya sama teman saya, di rumah mertuanya, saya samperin, cerita-cerita, tiba-tiba azan Maghrib. Saya biasanya kalau diajak salat Maghrib, pede jawab 'nggak, duluan', pas dia mengajak, kok teduh gitu," kata Fico.
Beda dari biasanya, Fico merasa tersentuh dengan ajakan tersebut, ia menerima dan bersiap untuk salat. Fico bahkan merasakan sensasi yang menenangkan ketika berwudhu.
"Kan Tasik airnya enak, dingin, pas saya wudhu, basuh muka, itu segar banget dan saya merasa 'ih kayaknya saya diterima lagi deh'," ujarnya.
Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi saat ia mulai salat. Ketika memasuki tahiyat akhir, Fico tiba-tiba lupa bacaan yang sebelumnya sangat ia hafal. Padahal, bacaan tahiyat awal yang serupa masih bisa ia ingat.
"Pas saya salat, pas tahiyat akhir, saya lupa, bacaannya kayak hilang dari kepala. Padahal saya baca tahiyat awal loh, kan sama, tapi nggak ketemu. Akhirnya ketemu-ketemu setelah saya salat, itu sudah 15 menit," tuturnya.
Kejadian itu membuat Fico sempat merasa heran dan bahkan sedikit tersentuh egonya.
Ia mengaku dirinya selama ini mampu menghafal skrip, menulis buku, dan membuat naskah, tapi mengapa bacaan salat yang seharusnya ia kuasai justru hilang begitu saja.
"Saya bisa hafalin skrip, saya bisa jadi scriptwriter, saya nulis buku, saya bisa bikin situasi, tapi kok tahiyat nggak hafal gitu," katanya.
Dari peristiwa itu, Fico mendapatkan pelajaran penting. Ia menyadari bahwa kemampuan yang ia miliki bukan semata hasil kecerdasan dirinya, melainkan karunia dari Allah.
Momen tersebut juga menjadi pengalaman yang mengubah cara pandang Fico. Ia merasa dibimbing kembali menuju jalan yang lebih tenang setelah bertahun-tahun menjauh dari ibadah.
"Saya marah, sempat angkuh, lama-lama saya kosongin saja deh (pikiran), abis itu saya dapat, oh ternyata semua ini punya Allah bukan pemikiran brilian saya," beber Fico.
"Kalau Allah mau ambil itu, hilang. Kalau Allah mau kasih lagi, dapat," pungkasnya.
(KHS/KHS)
Loading ...

4 hours ago
6
















































