3 Rahasia Ini Bikin Warga Finlandia Jadi Paling Bahagia di Dunia (Foto: Freepik)
Jakarta, Insertlive -
Di saat banyak orang di berbagai belahan dunia sibuk mengejar pencapaian, membandingkan hidup, dan tertekan oleh tuntutan sosial, satu negara justru tampil konsisten sebagai yang paling bahagia di dunia. Negara itu adalah Finlandia.
Sejak 2018 hingga 2025, Finlandia tak tergeser dari posisi puncak dalam World Happiness Report. Prestasi ini bukan semata karena ekonomi kuat atau teknologi canggih, melainkan karena cara hidup masyarakatnya yang sederhana dan penuh keseimbangan.
Para peneliti menilai, kebahagiaan warga Finlandia banyak dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, namun berdampak besar bagi kesehatan mental dan kualitas hidup.
Filsuf sekaligus peneliti psikologi asal Finlandia, Frank Martela, menyebut masyarakat di negaranya masih memegang teguh prinsip hidup lama yang diwariskan turun-temurun, yaitu: "Kell' onni on, se onnen kätkeköön," yang berarti jangan membandingkan atau memamerkan kebahagiaan.
Berikut tiga hal yang hampir tidak pernah dilakukan masyarakat Finlandia dan dipercaya menjadi kunci utama kebahagiaan mereka.
1. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Menurut Martela, warga Finlandia nyaris tidak pernah memamerkan kekayaan, jabatan, atau pencapaian hidup. Mereka memegang teguh pepatah hidup tersebut sebagai pengingat untuk fokus pada kebahagiaan pribadi, bukan pengakuan orang lain.
Bagi mereka, langkah pertama menuju hidup bahagia adalah menetapkan standar sendiri. Selama hidup terasa cukup dan bermakna, tidak ada alasan untuk membandingkan diri dengan orang lain atau mencari validasi sosial.
2. Dekat dan Berdamai dengan Alam
Hasil survei Sitra pada 2021 menunjukkan bahwa 87 persen warga Finlandia percaya alam memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, terutama untuk menenangkan pikiran, memulihkan energi, dan membantu relaksasi.
Di Finlandia, setiap karyawan berhak atas libur musim panas selama empat minggu penuh. Waktu ini biasanya dimanfaatkan untuk pergi ke pedesaan, tinggal di kabin sederhana, dan benar-benar "menyatu" dengan alam.
Bahkan, semakin minim fasilitas modern-tanpa listrik atau air mengalir-justru dianggap semakin baik. Bagi warga Finlandia, hidup dekat dengan alam membantu meningkatkan kesejahteraan, ketahanan mental, dan proses pengembangan diri.
3. Pantang Mengambil Hak Orang Lain
Penelitian dari National Bureau of Economic Research menunjukkan bahwa kebahagiaan nasional sangat berkaitan dengan tingkat kejujuran dan kepercayaan sosial.
Hal ini terlihat jelas dalam eksperimen "dompet hilang" yang dilakukan Reader's Digest pada 2022 di 16 kota dunia. Dari 12 dompet yang sengaja dijatuhkan di Helsinki, 11 di antaranya dikembalikan kepada pemiliknya.
Martela menegaskan bahwa budaya saling percaya sudah sangat mengakar di Finlandia. Warga terbiasa mengembalikan barang yang bukan miliknya dan menghormati hak orang lain.
Tingkat kepercayaan ini juga terlihat dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak di Finlandia sering pulang sekolah menggunakan transportasi umum dan bermain di luar tanpa pengawasan orang dewasa-sesuatu yang mencerminkan rasa aman dan kepercayaan sosial yang tinggi.
Bagi Finlandia, kebahagiaan bukan soal hidup mewah atau pencapaian besar, melainkan tentang merasa cukup, hidup jujur, dekat dengan alam, dan saling percaya. Mungkin inilah pelajaran sederhana yang bisa dipetik dari negara paling bahagia di dunia.
(yoa/fik)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

1 day ago
9
















































