Jakarta -
Latar belakang keluarga elite ternyata tak membuat jalan menuju kampus impian menjadi instan. Hal inilah yang dibagikan oleh Lim Dong Hyun, cucu mendiang ketua Samsung Lee Kun-hee dan putra dari Lee Boo-jin.
Dalam sebuah pidato di hadapan siswa dan orang tua di Seoul, Lim mengungkap perjuangannya untuk diterima di Seoul National University-salah satu universitas paling bergengsi dan kompetitif di Korea Selatan.
Menurut laporan media lokal, Lim secara sadar memutuskan untuk mematikan smartphone dan berhenti bermain game selama tiga tahun, sejak SMP hingga SMA.
Langkah ekstrem itu ia ambil demi fokus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Kemampuan Akademik Perguruan Tinggi Korea (CSAT), ujian nasional yang dikenal sangat menentukan masa depan akademik siswa di Negeri Ginseng.
"Itu sulit, tetapi saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa itu sangat meningkatkan konsentrasi saya dan memungkinkan saya untuk sepenuhnya membenamkan diri dalam belajar," ujarnya.
Ia mengakui bahwa masa tersebut bukanlah periode yang mudah. Namun ketika perjuangan panjang itu berakhir, rasa puas yang ia rasakan sepadan dengan pengorbanannya.
"Ketika akhirnya berakhir setelah tiga tahun yang panjang, rasa senang itu adalah sesuatu yang sangat saya nikmati," tambahnya.
Lim menekankan bahwa disiplin dan pengendalian diri sama pentingnya dengan kecerdasan akademis.
Meski berasal dari keluarga konglomerat yang memimpin raksasa teknologi Samsung, ia menegaskan bahwa proses akademik tetap menuntut kerja keras pribadi.
Usahanya membuahkan hasil. Pada Desember lalu, Lim resmi diterima di jurusan ekonomi Seoul National University melalui jalur penerimaan awal untuk tahun ajaran 2026.
Ia juga mempertahankan nilai akademik terbaik sepanjang SMP dan SMA, serta meraih skor tinggi dalam CSAT.
Menariknya, Lim kini akan berbagi almamater dengan pamannya, Lee Jae-yong, yang saat ini menjabat sebagai ketua Samsung dan juga merupakan lulusan Seoul National University hampir empat dekade lalu.
Kisah Lim Dong Hyun menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa bahkan pewaris konglomerasi besar tetap harus melewati proses kompetitif yang ketat.
Di tengah anggapan bahwa kekayaan bisa membuka semua pintu, ceritanya menjadi pengingat bahwa fokus, konsistensi, dan pengendalian diri tetap menjadi kunci utama meraih cita-cita.
(ikh/ikh)
Loading ...

2 hours ago
2
















































