4 Film Korea dengan Durasi Terpanjang, Ada yang Sampai 32 Jam!

5 hours ago 3

Jakarta -

Film Korea dikenal dengan alur cerita yang kuat dan emosional, tapi siapa sangka ada beberapa judul yang hadir dengan durasi tak biasa. Bukan sekadar dua atau tiga jam, deretan film ini bahkan punya waktu tayang yang sangat panjang hingga membuat penonton harus ekstra sabar untuk menuntaskannya.

Durasi yang panjang ini digarap bukan tanpa alasan. Biasanya, cerita yang diangkat memiliki kedalaman karakter dan detail yang kompleks sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk disampaikan. Berikut deretan film Korea dengan durasi terpanjang yang menarik untuk disimak.

1. Hanmanheun Namilsaeng (1970)

Film Hanmanheun Namilsaeng dikenal sebagai salah satu karya dengan durasi paling ekstrem dalam sejarah perfilman Korea. Hanmanheun Namilsaeng memiliki durasi mencapai 1.970 menit atau sekitar 32 jam 50 menit. Angka ini adalah angka yang tidak biasa untuk sebuah film, bahkan jika dibandingkan dengan serial sekalipun.


Ceritanya berfokus pada konflik dua serikat pekerja yang awalnya bersaing, lalu berubah menjadi kekerasan. Dalam situasi tersebut, tokoh Hwang Geon melakukan pembunuhan terhadap anggota kelompok lawan. Rasa bersalah yang terus menghantui membuatnya mengambil keputusan besar, yaitu membesarkan anak dari pria yang ia bunuh.

Dengan durasi sepanjang ini, film menghadirkan narasi yang sangat detail tentang konflik sosial, rasa bersalah, hingga penebusan. Penonton diajak mengikuti perjalanan karakter secara perlahan, hampir seperti membaca novel panjang yang divisualisasikan.

2. Sea of Blood (1969) 

Selanjutnya ada Sea of Blood yang memiliki durasi sekitar 260 menit atau lebih dari empat jam. Film ini merupakan karya revolusioner yang lekat dengan sejarah politik Korea Utara dan disebut-sebut berasal dari cerita yang ditulis oleh Kim Il Sung. Produksinya juga kerap dikaitkan dengan Kim Jong Il, sehingga film ini memiliki nilai historis yang cukup kuat.

Kisahnya berpusat pada perjuangan melawan penjajahan Jepang, dengan fokus pada semangat revolusi dan pengorbanan rakyat. Tak hanya sekadar film, Sea of Blood juga dikenal sebagai bagian dari "Five Great Revolutionary Operas" yang memiliki pengaruh besar dalam budaya propaganda saat itu.

Durasi yang panjang digunakan untuk menggambarkan perjuangan secara epik, mulai dari konflik personal hingga perlawanan kolektif. Film ini juga sempat populer di beberapa negara, terutama di kalangan yang memiliki kedekatan dengan sejarah revolusi, termasuk di Tiongkok.

3. Minjok Kwa Unmyong 1-4: Ch'oe Hyon-dok (1992)

Film Minjok Kwa Unmyong hadir dalam beberapa bagian dan jika digabungkan memiliki durasi sekitar 378 menit atau lebih dari enam jam. Minjok Kwa Unmyong merupakan film biografi yang mengangkat perjalanan hidup Choe Hyon Dok, seorang tokoh dengan latar belakang konflik ideologi yang kuat.

Sepanjang hidupnya, ia dikenal terlibat dalam gerakan anti-komunisme dan mengalami berbagai peristiwa yang membentuk pandangannya. Cerita kemudian berkembang saat ia harus hidup dalam pengasingan di luar negeri, terpisah dari tanah kelahirannya.

Narasi film ini menyoroti perjalanan batin seorang individu yang mencari jati diri dan arah hidup. Dalam prosesnya, ia akhirnya menemukan makna tentang tanah air dan kontribusi yang bisa diberikan untuk bangsanya. Durasi yang panjang memberi ruang untuk menggali sisi emosional dan ideologis karakter secara lebih dalam.

4. Master and Man (2019) 

Film Master and Man memiliki dua versi, yaitu animasi yang dirilis pada 2014 dan versi live action-nya pada 2019. Untuk durasi terpanjang, versi animasi mencatat waktu sekitar 232 menit atau hampir empat jam, jauh lebih panjang dibanding versi live action yang hanya berdurasi sekitar satu setengah jam.

Film ini mengangkat hubungan kompleks antara dua karakter, yaitu Hyeon Dae dan Min Joo. Keduanya terjebak dalam hubungan yang sulit dilepaskan, bahkan ketika salah satu memutuskan untuk menikah. Namun kenyataannya, perasaan dan keinginan mereka yang belum selesai justru membuat mereka sulit benar-benar melepaskan satu sama lain.

Saat Hyeon Dae memutuskan untuk menikah, Min Joo memilih pergi tanpa menunjukkan emosinya. Meski begitu, Hyeon Dae justru terus terjebak dalam bayang-bayang masa lalu dan tidak mampu melupakan hubungan mereka, bahkan ketika sudah menjalani kehidupan barunya. Di sisi lain, Min Joo juga tidak benar-benar bisa melepaskan sesuatu yang tidak pernah sepenuhnya ia miliki.

Film ini memperlihatkan bagaimana hubungan yang tidak sehat bisa terus berulang dan menghancurkan secara perlahan. Dengan durasi yang panjang, cerita dikembangkan secara detail, termasuk dinamika emosional, konflik batin, hingga keterkaitan dengan masa lalu yang membuat hubungan mereka semakin kompleks dan sulit diputus.

(dis/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |