4 Jenis Kanker yang Bisa Diturunkan ke Anak Menurut Ahli

3 hours ago 2

Jakarta -

Kanker sering dianggap sebagai penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Namun dalam beberapa kasus, risiko kanker juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dalam keluarga. Artinya, seseorang bisa memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena jenis kanker tertentu jika memiliki riwayat penyakit yang sama pada orang tua atau anggota keluarga dekat.

Para ahli menjelaskan bahwa kanker terjadi ketika ada perubahan pada gen yang mengatur cara sel tubuh tumbuh dan bekerja. Sebagian besar perubahan gen memang terjadi sepanjang hidup akibat faktor lingkungan atau gaya hidup. Namun, dalam sejumlah kasus, mutasi gen tertentu bisa diwariskan dari orang tua kepada anak.

Menurut Cancer Research UK, jika salah satu orang tua membawa mutasi gen tersebut, setiap anak memiliki peluang sekitar 50% untuk mewarisinya. Berikut beberapa jenis kanker yang disebut dapat diwariskan secara genetik.

1. Neuroblastoma (Kanker Saraf)


Neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang dari sel saraf yang belum matang pada sistem saraf simpatis. Sel-sel ini seharusnya berkembang menjadi jaringan saraf normal, tetapi dalam kondisi tertentu justru tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Kanker ini paling sering ditemukan pada bayi dan balita, terutama pada anak usia di bawah lima tahun.

Neuroblastoma biasanya muncul di sekitar kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal, tetapi juga dapat berkembang di area saraf lain seperti perut, dada, leher, atau tulang belakang.

Mengutip American Cancer Society, gejala yang sering muncul antara lain pembengkakan atau rasa penuh di perut, nyeri tulang, serta pembengkakan di leher. Pada beberapa kasus juga dapat muncul tanda di area mata seperti mata menonjol, pendarahan di sekitar mata, kelopak mata yang tampak turun pada salah satu sisi, hingga mata terasa kering.

2. Retinoblastoma (Kanker Mata)

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang cukup dikenal sebagai kanker yang berkaitan dengan faktor genetik. Penyakit ini terjadi ketika sel di retina, yaitu lapisan peka cahaya di bagian belakang mata, berkembang secara abnormal dan membentuk tumor ganas. Kanker ini paling sering menyerang anak usia di bawah lima tahun dan dalam banyak kasus berkaitan dengan mutasi gen RB1 yang dapat diwariskan dalam keluarga.

Salah satu tanda yang paling khas dari retinoblastoma adalah munculnya pantulan warna putih pada pupil mata saat terkena cahaya atau kamera, yang sering disebut sebagai gejala "mata kucing". Selain itu, anak juga dapat mengalami mata juling, kemerahan pada mata, pembesaran bola mata, hingga gangguan penglihatan seperti pandangan yang mulai kabur. Meski kasusnya relatif jarang dan hanya menyumbang sekitar dua persen dari seluruh kanker pada anak, retinoblastoma perlu mendapat perhatian serius. Jika tidak ditangani sejak dini, tumor dapat berkembang cepat dan merusak jaringan di sekitar mata.

3. Tumor Sumsum Tulang Belakang

Tumor pada sumsum tulang belakang juga termasuk salah satu jenis kanker yang dapat terjadi pada anak, meskipun kasusnya tidak sebanyak leukemia. Berdasarkan sejumlah laporan medis, jenis tumor ini menyumbang sekitar seperempat dari total kasus tumor sistem saraf pusat pada anak. Kondisi ini muncul ketika terdapat pertumbuhan sel abnormal di area tulang belakang yang menekan jaringan saraf.

Salah satu tantangan dari tumor sumsum tulang belakang adalah gejalanya sering tidak terlihat jelas pada tahap awal. Namun beberapa tanda yang dapat muncul antara lain nyeri pada punggung, munculnya benjolan di sekitar tulang belakang, serta sensasi kesemutan atau mati rasa di bagian punggung dan kaki. Jika terus berkembang tanpa penanganan yang tepat, tumor ini berpotensi menekan saraf dan memengaruhi kemampuan bergerak.

4. Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak. Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan. Sel-sel yang tidak normal tersebut akhirnya mengganggu produksi sel darah sehat di dalam tubuh.

Pada beberapa kasus, leukemia juga dapat berkaitan dengan kelainan genetik tertentu yang sudah ada sejak lahir. Gejala yang sering muncul antara lain tubuh tampak pucat, mudah lelah, demam tanpa sebab yang jelas, hingga penurunan nafsu makan. Selain itu, anak juga dapat mengalami pembesaran hati, limpa, serta kelenjar getah bening. Pada kondisi yang lebih berat, leukemia dapat menimbulkan komplikasi seperti kejang atau penurunan kesadaran karena pengaruhnya terhadap sistem tubuh secara keseluruhan.

Meski kanker pada anak tergolong jarang dibandingkan pada orang dewasa, kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara tepat dapat meningkatkan peluang penanganan yang lebih baik. Dengan kewaspadaan dan informasi yang cukup, risiko yang lebih besar pun dapat diantisipasi sejak awal.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |