5 Tanda Golongan Darah B yang Punya Selera Makan Unik
Pembahasan soal golongan darah kerap dikaitkan dengan kepribadian, kebiasaan sehari-hari, hingga pola makan. Meski teori diet berdasarkan golongan darah masih menuai pro dan kontra di dunia medis, banyak orang tetap tertarik melihat kecocokan karakter dan pilihan makanan dari tiap tipe darah.
Salah satu yang sering disebut punya kebiasaan makan menarik adalah pemilik golongan darah B. Mereka dianggap lebih fleksibel dalam memilih makanan, suka variasi menu, tetapi juga punya beberapa pantangan tertentu.
Dalam teori diet golongan darah yang dipopulerkan Dr. Peter J. D'Adamo, tipe B dijuluki sebagai Nomad atau pengembara karena dinilai mudah beradaptasi. Berikut lima tanda golongan darah B yang disebut punya selera makan unik.
1. Penggemar Berat Produk Susu (Dairy Lover)
Di antara teori diet golongan darah, tipe B sering disebut paling toleran terhadap produk susu. Susu, yoghurt, keju, hingga kefir dianggap lebih mudah diterima tubuh dibanding golongan darah lain yang sering dikaitkan sensitif terhadap dairy.
Karena itu, banyak pemilik golongan darah B disebut nyaman mengonsumsi menu berbasis susu sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Namun tentu saja, kondisi tiap orang berbeda. Jika memiliki intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan tertentu, konsumsi produk susu tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
2. Tidak Cocok dengan Daging Ayam
Meski termasuk tipe omnivora yang bisa makan beragam sumber protein, golongan darah B dalam teori ini justru sering disarankan membatasi daging ayam. Alasannya, ayam disebut mengandung lektin tertentu yang dipercaya kurang cocok bagi tipe B.
Karena itu, sebagian orang dengan golongan darah B merasa lebih nyaman memilih sumber protein lain. Meski begitu, belum ada bukti ilmiah kuat yang menetapkan ayam buruk khusus untuk golongan darah tertentu. Jadi, respons tubuh pribadi tetap menjadi penentu utama.
3. Lebih Memilih Daging Merah
Golongan darah B sering diasosiasikan lebih cocok dengan beberapa jenis daging merah seperti sapi, kambing, atau domba. Dalam teori tersebut, sumber protein ini dinilai membantu menjaga energi dan daya tahan tubuh bila dikonsumsi dalam porsi seimbang.
Bukan berarti harus makan daging merah berlebihan. Kunci utamanya tetap pada cara pengolahan dan jumlah konsumsi. Pilihan yang dipanggang, direbus, atau ditumis ringan tentu lebih baik dibanding makanan tinggi lemak jenuh dan berlebihan.
4. Sensitif terhadap Jagung dan Gandum
Salah satu hal yang membuat pola makan golongan darah B dianggap unik adalah adanya anjuran membatasi jagung, gandum, soba, hingga wijen. Bahan makanan ini disebut dapat memengaruhi metabolisme atau membuat tubuh terasa lebih berat pada sebagian orang.
Meski belum menjadi kesimpulan medis umum, beberapa orang memang merasa lebih nyaman saat mengurangi makanan tertentu yang memicu kembung atau cepat lapar. Karena itu, penting memperhatikan reaksi tubuh setelah makan, bukan hanya mengikuti teori semata.
5. Pencernaan yang Toleran dan "Fleksibel"
Golongan darah B kerap digambarkan memiliki sistem pencernaan yang cukup adaptif. Mereka disebut bisa menikmati kombinasi makanan nabati dan hewani dengan lebih seimbang, selama tidak berlebihan dan tetap memperhatikan kecocokan tubuh.
Karakter inilah yang membuat pemilik golongan darah B sering dianggap punya selera makan unik. Tidak terpaku pada satu jenis menu, mereka cenderung suka mencoba variasi baru dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai pilihan makanan. Tetap perlu diingat, pola makan sehat terbaik tetap bergantung pada kebutuhan nutrisi, kondisi kesehatan, dan gaya hidup masing-masing.
Loading ...

3 hours ago
2
















































