Apa Itu Child Grooming dan Bagaimana Cara Melindungi Anak?

23 hours ago 6

young girl covering face with hand in checked shirt and looking timid. front view. Apa Itu Child Grooming dan Bagaimana Cara Melindungi Anak? (Foto: Freepik)

Jakarta, Insertlive -

Meningkatnya kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada anak di bawah umur mendorong orang tua untuk lebih waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat terjadi di sekitar anak. Salah satu ancaman yang perlu mendapat perhatian khusus adalah child grooming.

Child grooming adalah tindakan manipulasi pikiran yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak dengan tujuan tertentu. Dalam banyak kasus, tujuannya sering kali mengarah pada tindakan seksual.

Aksi ini biasanya dilakukan secara bertahap demi mendapat kepercayaan dari para korban. Biasanya, pelaku akan memberikan iming-iming tertentu sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi sasaran child grooming.


Ancaman ini dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius pada anak, mulai dari timbulnya perasaan cemas, depresi, hingga trauma. Peran orang tua sangat penting dalam menjaga anak dari ancaman bahaya child grooming. Kenali cara pencegahannya berikut ini.

1. Bangun Komunikasi Terbuka

Ketahui tanda-tanda child grooming melalui komunikasi terbuka dengan anak. Ciptakan rasa aman pada anak untuk berbagi segala perasaannya. Langkah ini dapat menjadi bentuk pencegahan awal terjadinya child grooming pada anak.

Beri mereka kesempatan untuk berbicara tanpa sikap menghakimi agar mereka mau bercerita tanpa rasa takut jika mengalami situasi yang tidak aman. Jadilah pendengar yang baik sehingga berbagai ancaman yang mungkin terjadi pada anak dapat terdeteksi sejak dini.

2. Edukasi Tentang Batasan

Orang tua tidak bisa mendampingi anak setiap waktu. Ada kalanya anak lepas dari pengawasan orang tua, misalnya ketika mereka di sekolah atau saat sedang bermain dengan temannya. Maka dari itu, pencegahan child grooming harus dimulai dari anak itu sendiri.

Berikan pemahaman pada anak terkait batasan-batasan dalam berinteraksi, baik dengan orang asing maupun orang yang dikenal. Gunakan bahasa yang ringan supaya lebih mudah dimengerti. Sertai penjelasan terkait dampak-dampaknya agar anak mampu mengenali situasi yang berpotensi membahayakan diri mereka.


3. Lakukan Pengawasan Online

Child grooming dapat terjadi di mana saja, termasuk di jagat maya. Di era digital ini, kemudahan akses teknologi membuat anak dapat mengakses sosial media secara bebas. Maka dari itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas daring anak.

Ketahui dengan siapa mereka berinteraksi di sosial media. Jangan biarkan anak mengakses aplikasi atau website yang tidak sesuai dengan umurnya.

4. Latih Anak untuk Melapor

Tanamkan pada anak akan pentingnya melapor jika terjadi ancaman pada diri mereka. Pelaporan dapat dilakukan kepada orang tua maupun orang dewasa terpercaya.

Dorong anak untuk tidak menyimpan ketakutannya sendiri. Bangun ruang aman bagi anak agar mereka tidak takut untuk melapor. Bekali mereka dengan pemahaman terkait ciri-ciri child grooming agar anak dapat menyadarinya sejak dini.

(KHS)

Tonton juga video berikut:


Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |