Apa Itu Soft Living yang Tren di Kalangan Gen Z dan Kini Diadaptasi Milenial?

2 hours ago 2

Jakarta -

Perkembangan dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan untuk selalu tampil sempurna sering kali memicu kelelahan mental pada banyak orang. Akibat dari fenomena tersebut, kini semakin banyak individu yang mulai memprioritaskan ketenangan diri sebagai bentuk pertahanan bagi kesehatan psikologis mereka. Tren ini kemudian dikenal dengan sebutan soft living.

Awalnya, tren ini hanya populer di kalangan gen z sebagai solusi dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang melelahkan. Kini, soft living juga mulai diadaptasi oleh kalangan milenial akibat kehidupan masa kini yang semakin penuh tekanan.

Lantas, apa itu soft living? Simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Soft Living

Soft living adalah gaya hidup yang memprioritaskan kenyamanan, kemudahan, dan kesejahteraan diri. Tren ini hadir sebagai pilihan untuk menjalani hidup dengan lebih ringan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih damai.


Meski begitu, soft living bukan berarti malas atau menghindari masalah. Buzzfeed menjelaskan bahwa gaya hidup ini lebih menekankan pada kemampuan diri untuk menjaga ketenangan, bahkan ketika berada di tengah situasi yang penuh tekanan sekalipun.

Tak jarang, banyak orang yang memaksakan diri mereka untuk bekerja keras melampaui batasan diri. Hal ini biasanya dilakukan karena ingin meraih hasil yang besar, misalnya menerima pekerjaan tambahan demi promosi atau sering lembur untuk penghasilan tambahan. Ambisi tersebut kemudian membuat banyak orang mengabaikan sinyal kelelahan tubuh yang dapat memicu berbagai penyakit.

Sebagai reaksi dari fenomena tersebut, tren soft living mengajak seseorang untuk lebih sadar dengan kebutuhan dan batasannya sendiri, alih-alih terus mengejar standar kesuksesan yang ditentukan orang lain.

Awal Mula Kemunculan Tren Soft Living

Sebelum konsep soft living populer, para pengguna media sosial lebih dulu mengenal tren 'soft girl'. Tren ini berawal dari para influencer asal Nigeria yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tren soft girl menonjolkan gaya feminin yang identik dengan warna-warna pastel dan pakaian cottagecore yang lekat dengan kehidupan sederhana.

Lambat laun, makna dari tren tersebut bertransformasi menjadi konsep gaya hidup yang menekankan kenyamanan dan keseimbangan batin.

Di tengah biaya hidup yang semakin meningkat, tren tersebut seolah menjadi reaksi terhadap tekanan hidup yang semakin berat dan mengajak setiap orang untuk lebih memprioritaskan ketenangan diri.

Cara Menjalani Soft Living

Bagi Insertizen yang hendak mencoba gaya hidup soft living, berikut langkah kecil yang bisa dilakukan:

1. Menetapkan batasan berdasarkan kapasitas diri, misalnya berani berkata 'tidak' pada rencana atau penugasan tambahan yang sekiranya dapat menguras energi mental secara berlebihan.

2. Tentukan cara istirahat yang tepat dan nyaman untuk diri sendiri. Kemudian, jadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari rutinitas.

3. Berikan ruang untuk kenyamanan kecill, misalnya memesan makanan secara online jika terlalu lelah untuk memasak.

4. Hilangkan rasa bersalah ketika ingin beristirahat. Istirahat sejenak dari kesibukan bukanlah tanda kemalasan.

5. Menyadari bahwa semua hal tidak bisa dikontrol. Fokus kepada hal yang masih bisa diatur.

(kpr/kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |