Asal Usul dan Manfaat Chia Seed yang Jarang Diketahui

1 day ago 9

Jakarta, Insertlive -

Chia seed belakangan ini menjadi semakin populer sebagai bagian dari pola hidup sehat. Biji kecil berwarna hitam dan abu-abu ini kerap dijadikan campuran smoothies, overnight oats, hingga infused water.

Meski sering disebut sebagai superfood, tak banyak yang tahu bahwa chia seed memiliki sejarah dan manfaat kesehatan yang masih jarang diketahui banyak orang. Berikut rangkuman seputar asal-usul dan kandungan chia seed yang telah dirangkum Insertlive dari berbagai sumber.

Asal Usul Chia Seed

Chia seed berasal dari tanaman bernama Salvia hispanica L, yang masih satu keluarga dengan tanaman mint. Tanaman ini sejak dulu tumbuh subur di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, khususnya Meksiko. Pada masa peradaban Aztec dan Maya, chia seed bukan sekadar bahan makanan, melainkan sumber energi utama yang dikonsumsi para prajurit dan pelari jarak jauh sebelum bertempur atau melakukan perjalanan panjang.


Menariknya, kata "chia" dalam bahasa Maya berarti kekuatan. Nama ini mencerminkan fungsi chia seed pada masa lalu yang dipercaya mampu menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Bahkan, satu sendok chia seed konon cukup untuk menopang energi seseorang sepanjang hari. Seiring waktu, popularitas chia seed menyebar ke berbagai belahan dunia dan kini mudah ditemukan di Indonesia, terutama di kalangan pecinta makanan organik dan gaya hidup sehat.

Secara rasa, chia seed cenderung netral atau hambar, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis makanan dan minuman. Sebelum dikonsumsi, biji ini biasanya direndam dalam air hingga mengembang dan membentuk tekstur seperti gel. Chia seed pun fleksibel digunakan sebagai campuran yoghurt, jus, smoothies, salad, oatmeal, hingga bubur, tanpa mengubah rasa utama hidangan.

Kandungan dan Nutrisi Chia Seed

Di balik ukurannya yang kecil, chia seed menyimpan kandungan gizi yang cukup lengkap. Biji ini mengandung serat tinggi, protein nabati, lemak sehat berupa asam lemak omega-3 dan omega-6, karbohidrat kompleks, serta berbagai mineral penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi. Kandungan air alaminya juga membantu menjaga hidrasi tubuh saat dikonsumsi secara rutin.

Chia seed juga dikenal kaya akan antioksidan alami, di antaranya asam caffeic, kaempferol, quercetin, dan asam klorogenik. Senyawa-senyawa ini berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan jantung dan risiko kanker. Tak heran jika chia seed kerap direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Manfaat Chia Seed

Sejak zaman Aztec, chia seed sudah dikenal sebagai makanan penambah stamina. Kombinasi karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein di dalamnya membuat energi dilepaskan secara bertahap, sehingga tubuh tidak mudah lemas. Inilah kenapa chia seed cocok dikonsumsi sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas berat. Energi yang dihasilkan lebih stabil dan bertahan lama, bukan instan lalu cepat habis.


Asal-usul chia seed sebagai bekal para prajurit dan pelari jarak jauh juga menjadi bukti bahwa biji kecil ini memang berfungsi untuk mendukung daya tahan tubuh. Hingga kini, manfaat tersebut masih relevan dan terus diteliti. Tak hanya soal energi, chia seed juga menyimpan berbagai khasiat lain yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh, antara lain seperti:

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Chia seed dikenal tinggi serat, yang berperan besar dalam membantu program penurunan berat badan. Serat membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol porsi makan. Tak heran jika sejak dulu chia seed digunakan agar seseorang tetap bertenaga meski mengonsumsi makanan dalam jumlah terbatas.

Selain serat, kandungan protein nabati di dalam chia seed juga membantu menekan rasa lapar berlebih. Kombinasi keduanya membuat chia seed sering dijadikan menu pendamping diet sehat, terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan tanpa merasa tersiksa.

2. Membantu Memelihara Kesehatan Jantung

Manfaat chia seed juga sangat baik untuk kesehatan jantung. Kandungan serat, lemak baik, protein, dan antioksidan di dalamnya bekerja saling melengkapi dalam menjaga fungsi kardiovaskular. Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam jurnal Open Heart, menunjukkan bahwa konsumsi chia seed dapat membantu menurunkan risiko pengerasan pembuluh darah.

Asam lemak omega-3 dalam chia seed berperan penting dalam menurunkan peradangan dan menjaga elastisitas pembuluh darah. Jika dikonsumsi secara rutin dan seimbang, chia seed dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung jangka panjang.

3. Anti-inflamasi dan Antioksidan Alami

Chia seed mengandung omega-3 jenis ALA serta antioksidan seperti asam caffeic yang membantu melawan peradangan kronis yang bisa sebabkan berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan jantung hingga masalah metabolik.

Selain itu, antioksidan dalam chia seed berfungsi melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Manfaat ini tidak hanya membantu memperlambat penuaan dini, tetapi juga menjaga kesehatan sel secara keseluruhan.

4. Menjaga Kesehatan Tulang

Kandungan kalsium, fosfor, dan magnesium dalam chia seed sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang dan kesehatan gigi. Menariknya, jumlah kalsium dalam chia seed per gram bahkan lebih tinggi dibandingkan susu, sehingga cocok bagi mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi produk susu.

Manfaat ini sudah lama dirasakan oleh masyarakat kuno yang menjadikan chia seed sebagai sumber mineral utama. Hingga kini, chia seed masih relevan sebagai pilihan alami untuk mendukung kesehatan tulang, terutama bagi orang dewasa dan lansia.

5. Menstabilkan Gula Darah

Serat larut dalam chia seed membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Efek ini membuat kadar gula darah lebih stabil dan tidak mudah melonjak setelah makan. Karena itu, chia seed kerap direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2 atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap seimbang.

6. Mendukung Sistem Saraf dan Kualitas Tidur

Omega-3 dalam chia seed berperan penting dalam menjaga fungsi otak dan sistem saraf. Lemak sehat ini membantu mendukung daya ingat, konsentrasi, serta kesehatan sel saraf. Tak heran jika chia seed sering disebut sebagai makanan pendukung fungsi otak.

Selain itu, chia seed mengandung triptofan yang membantu produksi serotonin dan melatonin. Kedua hormon ini berperan dalam menjaga suasana hati dan kualitas tidur, sehingga konsumsi chia seed dapat membantu tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.

7. Pengganti Telur dan Pengental Alami

Saat direndam dalam air, chia seed akan mengembang dan membentuk tekstur gel. Sifat ini membuatnya sering digunakan sebagai pengganti telur dalam resep vegan atau sebagai bahan pengental alami untuk smoothies, pudding, dan berbagai hidangan sehat.

Selain praktis, penggunaan chia seed sebagai pengganti telur juga menambah nilai gizi pada makanan. Kandungan serat dan proteinnya membuat hidangan terasa lebih mengenyangkan.

8. Menjaga Kesehatan Kulit

Manfaat chia seed juga dapat dirasakan pada kesehatan kulit. Kandungan omega-3 dan antioksidan membantu menjaga kelembapan kulit serta mengurangi peradangan akibat paparan lingkungan, termasuk sinar matahari.

Sejak dulu, konsumsi chia seed dipercaya membantu menjaga vitalitas tubuh. Dampaknya, kondisi kulit pun ikut terjaga sehingga tampak lebih sehat dan segar dari dalam.

9. Membantu Detoks Alami Tubuh

Serat tinggi dalam chia seed membantu mengikat sisa metabolisme dan racun di dalam saluran pencernaan. Proses ini mendukung mekanisme detoks alami tubuh tanpa perlu metode ekstrem. Konsep detoks melalui makanan berserat sebenarnya sudah dikenal sejak lama, dan Chia seed menjadi salah satu bahan alami yang mendukung kesehatan pencernaan secara menyeluruh.

10. Sumber Protein Nabati

Bagi vegetarian dan vegan, chia seed merupakan sumber protein nabati yang sangat bermanfaat. Protein ini berperan dalam regenerasi otot, menjaga massa otot, serta mendukung metabolisme tubuh.

11. Menjaga Kesehatan Pencernaan dan Massa Otot

Kandungan serat yang tinggi dalam biji chia seed bermanfaat bagi pengidap divertikulosis karena membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi risiko sembelit. Selain itu, protein dan asam amino di dalamnya juga berperan dalam mempertahankan massa otot, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga. Asal-usul chia seed sebagai makanan prajurit kembali menegaskan perannya dalam menjaga kekuatan fisik dan daya tahan tubuh

12. Mendukung Kesehatan Ibu Hamil

Chia seed mengandung asam folat, zat besi, dan omega-3 yang bermanfaat bagi ibu hamil. Nutrisi ini membantu perkembangan janin sekaligus menjaga energi ibu selama masa kehamilan. Sejak dulu, chia seed juga diberikan kepada perempuan untuk membantu menjaga stamina dan keseimbangan nutrisi selama periode penting tersebut.

Meski ukurannya kecil, chia seed menyimpan banyak manfaat besar sejak ratusan tahun lalu. Mulai dari sumber energi alami, penunjang kesehatan jantung, hingga pendukung pencernaan, biji ini bisa menjadi tambahan sederhana untuk pola makan sehari-hari. Dengan cara konsumsi yang tepat dan seimbang, chia seed dapat membantu tubuh tetap bugar sekaligus mendukung gaya hidup sehat secara alami.

(dis/fik)


Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |