Bareng Meryl Streep, Anna Wintour Akhirnya Tampil di Sampul Majalah Vogue untuk Pertama Kali

11 hours ago 6

Jakarta -

Setelah hampir tiga dekade memimpin Vogue, Anna Wintour akhirnya melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia lakukan yakni tampil di sampul majalahnya sendiri.

Keputusan tersebut langsung mencuri perhatian karena Anna selama ini dikenal sebagai sosok di balik layar yang jarang menempatkan dirinya sebagai wajah utama.

Namun, edisi Mei 2026 menghadirkan momen langka dengan mempertemukannya bersama Meryl Streep dalam satu frame ikonik.

Di balik sampul tersebut, tersimpan cerita yang jauh lebih menarik. Pertemuan dua sosok yang kerap diasosiasikan dengan karakter Miranda itu berkembang menjadi percakapan mendalam tentang mode, keluarga, persahabatan, hingga proyek film terbaru yang tengah dinantikan publik.


Dalam wawancara yang melibatkan Greta Gerwig, Meryl Streep mengungkapkan bagaimana sosok Anna Wintour masih menjadi referensi penting dalam membangun karakternya di film The Devil Wears Prada hingga sekuelnya.

"Dalam hal Miranda, dan kembali ke karakter itu 20 tahun kemudian, saya benar-benar memikirkan Anna, dan mencoba membayangkan bagaimana rasanya memikul tanggung jawabnya dan menjadi tertarik pada dunia serta penasaran seperti yang harus dia miliki," kata Meryl Streep.

[Gambas:Instagram]

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa karakter Miranda Priestly bukan sekadar fiksi, tetapi juga memiliki akar kuat dari figur nyata yang berpengaruh di dunia fashion.

Di sisi lain, Anna Wintour juga menunjukkan kedekatan personalnya dengan Meryl Streep. Saat mendengar kabar bahwa The Devil Wears Prada 2 akan diproduksi, reaksinya bukan sekadar sebagai tokoh yang diadaptasi, melainkan sebagai seseorang yang memiliki kepercayaan penuh pada sang aktris.

"Saya tahu dia akan memberi tahu saya jika semuanya akan baik-baik saja," kata Anna Wintour.

"Saya mempercayainya sepenuhnya," sambungnya.

Kehadiran keduanya dalam satu sampul bukan tanpa tantangan. Sebelumnya, Anna Wintour sempat menolak ide tersebut karena merasa tampil di sampul majalahnya sendiri bukanlah gayanya.

Namun, pendekatan yang dilakukan Meryl Streep akhirnya berhasil meyakinkannya untuk keluar dari zona nyaman.

Proyek ini juga digarap dengan standar tinggi. Pemotretan melibatkan fotografer ternama Annie Leibovitz serta styling oleh Grace Coddington, dengan balutan busana dari Prada yang memperkuat citra elegan keduanya.

Lebih dari sekadar sampul majalah, momen ini menjadi simbol pertemuan dua dunia yakni realitas dan fiksi, editor dan karakter, inspirasi dan interpretasi.

Ketika Anna Wintour dan Meryl Streep duduk dalam satu ruang, yang tercipta bukan hanya visual yang kuat, tetapi juga percakapan yang memperlihatkan bagaimana dua sosok besar saling memahami, saling menghormati, dan pada akhirnya, saling percaya.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |