Jakarta -
Ucapan 'Yang dulu selalu ranking 1 sekarang jadi apa?' kerap seliweran di media sosial.
Selain di media sosial, ucapan itu juga populer dibahas dalam percakapan sehari-hari. Biasanya topik itu dibahas ketika reuni sekolah maupun sedang berkumpul bersama teman sekolah.
Meski terdengar seperti candaan atau topik yang ringan, ucapan itu memiliki riset tersendiri lo. Topik itu menjadi bahan penelitian untuk mengetahui bagaimana perkembangan kognitif seseorang ketika berkembang dan tumbuh dewasa.
Seperti dalam riset Study of Mathematically Precocious Youth (SMPY) dari Vanderbilt University yang sudah dijalankan selama 50 tahun. Riset ini melacak remaja dengan kemampuan kognitif sangat tinggi sejak usia belasan hingga dewasa.
Hasilnya kelompok ini cenderung mencapai tingkat pendidikan, kreativitas dan karier yang jauh di atas rata-rata. Kebanyakan dari mereka tetap unggul di dalam kehidupan luar sekolah.
Studi lain dari Psychological Science yang mengikuti remaja top 1 persen dalam kemampuan matematika selama 10 tahun menemukan, mereka akan berakhir bekerja di bidang:
- Akademisi dan profesor
- Ilmuwan dan peneliti
- Profesi STEM (sains, teknologi, engineering, matematika)
- Dokter dan pengacara
- Eksekutif dan inovator
Lebih lanjut, seseorang yang pintar matematika dan verbal juga dapat menentukan arah kariernya. Beberapa masuk teknologi dan sains, hukum hingga bidang kreatif berbasis intelektual.
Sementara pada kelompok yang lebih kecil lagi, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menempuh pendidikan doktoral. Sebagian sudah menghasilkan karya ilmiah, teknis atau sastra sejak usia muda dewasa.
Dalam penelitian dari jurnal Scientometrics juga melacak ribuan peraih medali International Mathematical Olympiad (IMO) menyatakan banyak dari mereka yang berkarier di bidang:
- Akademia
- Industri teknologi atau software
- Ekonomi dan keuangan
Ada pula yang melanjutkan pendidikan ke universitas ternama dunia. Sehingga anak-anak yang dulunya selalu mendapat juara mungkin bisa saja fokus pada pendidikan hingga mendapatkan pekerjaan yang ditempat favorit.
Namun, hal itu juga tergantung pada perjalanan panjang dan proses dewasa mereka. Nilai tinggi di kelas pun tidak menjamin jika orang tersebut tidak mau belajar dan mengasah kemampuannya saat dewasa.
(agn/KHS)
Loading ...

6 hours ago
5
















































