Buku 'Broken Strings' Viral, Aurelie Moeremans Lega Isu Child Grooming Jadi Sorotan/Foto: dok Instagram aurelie
Jakarta, Insertlive -
Buku bertajuk Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans belakangan menjadi buah bibir. Lewat buku memoar itu, sang aktris mengungkapkan kisah pilu saat dirinya mengalami child grooming pada usia 15 tahun.
Aurelie Moeremans mengangkat kisah pilu di mana ia menjadi korban child grooming oleh sosok aktor yang jauh lebih tua darinya, bahkan mengalami kekerasan seksual. Tak hanya itu, Aurelie juga mengungkapkan perjuangannya untuk menyelamatkan diri dari situasi itu.
Setelah Broken Strings viral dan menjadi bahan perbincangan publik, Aurelie Moeremans mengaku lega karena isu child grooming yang pernah ia alami menjadi sorotan.
Tak hanya itu, Aurelie Moeremans juga bersyukur karena pemahaman publik di Indonesia terkait child grooming juga semakin berkembang dan membuat banyak orang sadar bahwa tindakan itu sangat berbahaya.
"Aku bersyukur dan senang banget lihat bagaimana Indonesia sudah berkembang," tutur Aurelie dalam unggahan di story Instagram pribadinya, Senin (12/1).
Ia kemudian membandingkan respons masyarakat ketika dirinya pertama kali buka suara soal isu child grooming dan respons masyarakat saat ini. Kala itu, suara korban sering tak mendapatkan ruang yang layak.
"Dulu, suara korban sering tenggelam, disalahkan, atau dipelintir. Banyak hal penting justru luput dari perhatian," tutur Aurelie Moeremans.
"Hari ini, aku melihat perubahan itu. lebih banyak kesadaran tentang grooming. Lebih paham soal relasi kuasa. Lebih banyak empati, lebih sedikit penghakiman," lanjutnya.
Story Instagram Aurelie Moeremans/ Foto: Instagram
Istri dokter Tyler Bigenho itu pun menegaskan bahwa perubahan ini bukan hal yang bisa disepelekan. Menurut Aurelie, perhatian masyarakat terhadap isu child grooming saat ini merupakan perubahan penting dan nyata.
Meski masyarakat kini semakin banyak mengkritisi isu grooming, Aurelie Moeremans menyadari bahwa proses menuju titik ini bukan perjalanan yang singkat.
"Walaupun jalannya panjang, dan datangnya tidak cepat, aku tetap bersyukur bisa hidup di masa di mana cerita seperti ini akhirnya didengar lebih utuh," tuturnya.
Lewat kisah yang ia ungkap, Aurelie berharap lebih banyak korban child grooming yang berani untuk berbicara.
"Kalau hari ini kamu merasa sedikit lebih aman untuk bersuara, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar," tutup Aurelie Moeremans.
(asw/and)
Tonton juga video berikut:

3 hours ago
4
















































