Cara Menambal Retak Halus di Dinding, Rumah Kembali Mulus

4 hours ago 2

Jakarta -

Cara Menambal Retak Halus di Dinding, Rumah Kembali Mulus

Kemunculan retak kecil pada dinding sering kali mengusik kenyamanan penghuni rumah. Selain merusak estetika, retakan ini lama kelamaan akan berpotensi menimbulkan masalah lain yang lebih merepotkan, seperti menjadi celah masuknya rembesan air hujan, menjadi tempat pertumbuhan jamur, hingga melapukan material dinding.

Banyak faktor penyebab munculnya retakan ini, seperti perubahan suhu ekstrem, umur bangunan yang sudah tua, atau pergeseran tanah yang menyebabkan tekanan kuat pada bangunan. Penghuni rumah sering kali menunda perbaikan karena khawatir akan memakan biaya besar. Padahal, retakan halus ini tidak selalu memerlukan renovasi menyeluruh.

Berikut InsertLive sajikan beberapa cara untuk menambal retak halus pada dinding agar rumah kembali mulus.


Membersihkan Area Retakan

Sebelum melakukan penambalan, pastikan sekitar area retakan bersih dari debu, sisa semen, maupun serpihan cat. Tujuannya agar material pengisi dapat melekat sempurna sehingga meminimalisir munculnya retakan baru di titik yang sama. Gunakan kuas atau sikat untuk menyapu debu-debu halus tersebut.

Kamu juga bisa mengeruk atau mengikis sedikit jalur retakan supaya celah terbuka lebih lebar. Hal ini dapat memudahkan proses penambalan pada retakan dinding sekaligus mengunci dinding lebih kuat.

Gunakan Wall Filler

Wall filler adalah solusi praktis untuk menambal retak halus di dinding. Bahannya sangat mudah diaplikasikan sehingga penghuni rumah dapat melakukannya sendiri tanpa perlu memanggil tukang. Cara ini sangat efektif untuk mengatasi retakan kecil hingga sedang.

Untuk mengaplikasikannya, gunakan kape untuk mengambil cairan wall filler. Kemudian, tekan bahannya ke dalam celah retakan. Diamkan wall filler selama beberapa jam hingga cairannya mengering sempurna. Jika sudah kering, permukaan yang telah diisi wall filler bisa digosok menggunakan amplas agar tampak halus.

Lakukan Plester Ulang

Apabila retakannya cukup besar dan dalam, dinding harus diplester ulang menggunakan campuran semen dan air. Bahan ini sangat efektif untuk membantu mengembalikan kekokohan struktur dinding. Pastikan bahan acian yang digunakan berasal dari komposisi dan material yang berkualitas.

Lapisi dengan Cat Pelindung

Setelah proses penambalan, dinding dapat dicat kembali agar warna dinding kembali merata dan bekas tambalan tersamarkan. Selain untuk mengembalikan keindahan, cat ini juga berperan sebagai lapisan pelindung ekstra dari kelembapan yang dapat merusak material dinding di kemudian hari. Kamu bisa menggunakan cat waterproof atau cat pelapis anti bocor agar tembok lebih kuat dalam menghadapi rembesan air dan perubahan cuaca.


(Astrid Riyani Atmaja/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |