Jakarta -
Publik mengenal Ryan Reynolds sebagai sosok penuh humor yang selalu tampil santai di depan kamera.
Namun, jauh sebelum menjadi bintang besar Hollywood, pemeran Deadpool itu pernah mengalami kecelakaan mengerikan yang nyaris mengubah hidupnya.
Dalam sebuah video terbaru bersama majalah GQ, Reynolds mengungkap pengalaman traumatis saat dirinya berusia 18 tahun.
Kisah tersebut muncul ketika ia berbincang santai sambil merakit furnitur bersama rekan serial Welcome to Wrexham, Rob McElhenney.
Reynolds menceritakan bahwa insiden itu terjadi setelah ia keluar dari sebuah bar usai minum bir.
Saat itu, ia merasa bertanggung jawab dan memilih berjalan kaki pulang meskipun jarak rumahnya hanya sekitar empat blok.
"Saat saya berusia 18 tahun, saya keluar dari sebuah bar setelah minum bir," kenang Reynolds.
Ia mengatakan dirinya sadar bahwa mengemudi setelah mengonsumsi alkohol bukan pilihan yang bijak. Karena itu, ia memutuskan pulang dengan berjalan kaki.
Namun keputusan yang dianggap tepat tersebut ternyata tidak mampu menghindarkan dirinya dari bahaya.
Bintang film The Adam Project itu mengungkap bahwa dirinya justru menjadi korban tabrak pengemudi mabuk saat berjalan pulang.
"Saya menghabiskan empat minggu di rumah sakit," ujarnya.
Pengakuan tersebut membuat Rob McElhenney terkejut karena baru pertama kali mendengar cerita tersebut.
"Apa? Itu baru pertama kali saya mendengarnya," respons McElhenney.
Reynolds kemudian menjelaskan betapa parah cedera yang dialaminya akibat tabrakan tersebut.
"Oh, ya, semua tulang di sisi kiri tubuhku patah. Dia menabrakku begitu keras, sampai-sampai mobilnya tidak bisa beroperasi," ungkap Reynolds.
Aktor berusia 49 tahun itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim medis di Kanada yang merawatnya hingga pulih.
Meski kini bisa menceritakan kejadian tersebut dengan santai, kecelakaan itu ternyata meninggalkan kenangan yang sangat kuat.
Dalam wawancara lama bersama CTV News pada 2011, Reynolds pernah mengenang salah satu momen paling membekas saat dirinya menjalani perawatan di rumah sakit.
"Saya ingat ayah saya duduk di sana ... dengan nampan muntah, dan saya kira saya muntah-muntah dalam keadaan tidak sadar," tuturnya saat itu.
Dengan gaya bercandanya yang khas, Reynolds bahkan mengingat bagaimana ayahnya menjadi korban serangan muntah selama ia dirawat.
"Muntahan itu benar-benar membasahi pria itu dari kepala sampai kaki dengan muntahanku," katanya sambil bercanda.
Peristiwa tersebut tidak membuat Reynolds menjauhi dunia film aksi. Sepanjang kariernya, ia justru dikenal sering tampil dalam proyek-proyek yang menuntut fisik, terutama saat memerankan karakter Deadpool.
Meski demikian, seiring bertambahnya usia, Reynolds mengaku mulai lebih berhati-hati dalam melakukan adegan berbahaya.
"Saya pikir penting untuk melakukan sebanyak mungkin adegan berbahaya sendiri, tetapi saya akan menyingkir jika ada sesuatu yang terlalu ekstrem dan ada profesional terlatih yang siap melakukannya," katanya dalam wawancara dengan Variety pada 2022.
Ia juga mengakui tubuhnya tidak lagi sekuat dulu ketika masih muda.
"Segalanya mulai terasa sakit. Setelah saya berusia 35 tahun, dilempar ke atas semen bukan lagi hal yang lucu. Itu sudah berubah menjadi neraka," ujarnya.
Saat ini Reynolds masih aktif membintangi sejumlah proyek besar. Ia dijadwalkan tampil dalam film Mayday yang tayang September 2026 serta kembali memerankan Deadpool dalam Avengers: Doomsday yang menjadi bagian penting dari Marvel Fase 6.
Di balik citranya yang selalu jenaka, kisah masa muda Ryan Reynolds menunjukkan bahwa ia pernah melewati pengalaman yang sangat berat.
Selamat dari kecelakaan yang membuat hampir seluruh tulang di sisi kiri tubuhnya patah menjadi salah satu alasan mengapa ia kini lebih menghargai kesehatan dan keselamatan, terutama saat menjalani adegan-adegan berisiko tinggi di layar lebar.
(ikh/fik)
Loading ...

12 hours ago
12
















































