Jakarta -
Gangguan bipolar merupakan gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati dengan drastis atau bisa dibilang mood swing.
Anak dengan gangguan bipolar ini bisa berubah dari bahagia menjadi murung, atau sebaliknya hanya dalam beberapa menit.
Meski sejatinya anak-anak memiliki pola tingkah laku dan emosi yang belum stabil, anak dengan bipolar mengalami perubahan emosi yang sangat mudah terjadi dan cenderung tak beralasan.
Mengutip dari situs Alodokter, gejala bipolar pada anak cenderung sulit dikenali dan dibedakan dari perilaku normal anak-anak seusianya karena mirip dengan gejala mental ADHD.
Namun, ciri khas gangguan bipolar ini adanya beberapa fase mood yang disebut episode mood yang dibagi menjadi beberapa bagian.
Episode Mania
Pada episode mania, anak bisa merasakan semangat berlebihan dengan muncul gejala seperti:
- Bicaranya terlalu cepat, terkadang tidak jelas, dan mudah mengganti topik pembicaraan
- Pikirannya tidak realistis, misalnya percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan super atau kehebatan tertentu
- Tindakannya cenderung berlebihan dan bahkan berbahaya, misalnya menggunakan obat-obatan terlarang, mengonsumsi minuman beralkohol, atau melompat keluar dari mobil yang sedang berjalan
- Sangat berenergi, jarang beristirahat, dan sulit tidur
- Sulit fokus dan konsentrasi
Episode Depresi
Setelah melewati episode mania, anak akan memasuki episode depresi yang memperlihatkan anak kehilangan semangat hingga putus asa karena suasana hati memburuk.
Selama melalui episode depresi, anak dengan bipolar akan mengalami gejala lain, seperti:
- Sedih dan merasa putus asa tanpa sebab yang jelas
- Mudah marah, cemas, dan khawatir secara berlebihan
- Mudah lelah dan sering mengeluh sakit di bagian tubuh tertentu, misalnya sakit perut atau sakit kepala
- Terlalu banyak tidur atau justru jarang tidur
- Sering makan atau tidak mau makan
- Malas beraktivitas atau kurang antusias pada hal-hal yang biasanya suka ia lakukan
- Lebih banyak diam, sering mengurung diri di kamar, dan tidak mau bergaul
- Pesimis, putus asa, dan merasa dirinya tidak berguna
- Nekat melukai diri sendiri atau menyatakan ingin bunuh diri
Dua fase episode ini sangat bertolak belakang dan berganti silih waktu dengan tak terduga.
Penyebab gangguan bipolar pada anak biasanya terjadi karena adanya faktor keturunan keluarga, kelainan struktur serta fungsi otak, maupun trauma psikologis seperti korban bullying atau trauma terhadap sesuatu hal.
Gangguan bipolar pada anak belum bisa dipastikan sembuh secara total. Namun, bisa diringankan dengan obat-obatan maupun terapi oleh psikoterapi.
Untuk meringankan gejala, penanganan bipolar pada anak bertujuan untuk anak bisa kembali belajar dengan baik, mencegah anak ke pergaulan bebas, hingga mencegah dari tindakan bunuh diri.
Demi menghindari hal ini perlu bagi orang tua untuk memeriksakan anak ke psikolog maupun psikiater demi mengidentifikasi gejala dan memberikan penanganan tepat.
(dis/fik)

3 hours ago
2
















































