Jakarta -
Sebuah studi terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan soal hubungan golongan darah dengan risiko stroke. Selama ini, stroke dikenal sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik seperti golongan darah ternyata bisa ikut berperan-bahkan sejak usia muda.
Penjelasan tersebut muncul dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology yang mengatakan bahwa sekitar 1 dari 16 stroke di antara orang-orang dalam kelompok tipe A dapat dikaitkan dengan golongan darah mereka saja.
"Jumlah orang dengan stroke dini meningkat. Orang-orang ini lebih mungkin meninggal karena peristiwa yang mengancam jiwa, dan mereka yang selamat berpotensi menghadapi kecacatan selama puluhan tahun," kata profesor neurologi dan peneliti utama untuk penelitian ini, Dr Steven Kittner, dikutip dari laporan CNBCIndonesia.
"Kami masih tidak tahu mengapa golongan darah A akan memberikan risiko yang lebih tinggi, tetapi kemungkinan ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel yang melapisi pembuluh darah," tambahnya.
Hasil studi menemukan bahwa pemilik golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke dini, yakni sebelum usia 60 tahun. Bahkan, risikonya disebut sekitar 16% lebih tinggi dibandingkan golongan darah lain.
Temuan ini tetap konsisten meski peneliti sudah memperhitungkan faktor lain seperti berat badan, kebiasaan merokok, dan jenis kelamin.
Artinya, golongan darah memang punya kaitan tersendiri dengan risiko stroke bukan sekadar kebetulan.
Meski belum ada jawaban pasti, para ahli menduga kaitannya ada pada proses pembekuan darah.
Pemilik golongan darah A cenderung memiliki kadar protein pembekuan darah. Kondisi ini membuat darah lebih mudah membentuk gumpalan, yang bisa menyumbat aliran darah ke otak-penyebab utama stroke iskemik.
Selain itu, faktor genetik pada kromosom yang menentukan golongan darah juga ditemukan berkaitan dengan risiko stroke dini.
Namun, nyatanya tidak semua golongan darah memiliki risiko yang sama.
Golongan darah O justru memiliki risiko lebih rendah sekitar 12% terkena stroke dini sementara golongan darah B juga disebut memiliki sedikit peningkatan risiko, meski tidak setinggi A.
Ini menunjukkan bahwa faktor genetik bisa memberikan efek perlindungan atau sebaliknya, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
(dis/fik)
Loading ...

10 hours ago
15
















































