Histori JPO Sarinah yang Mau Dibangun Kembali

2 hours ago 1

JPO di depan Sarinah, Jakarta Pusat dipenuhi reklame Histori JPO Sarinah yang Mau Dibangun Kembali (Foto: Bisma Alief/detikcom)

Jakarta, Insertlive -

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat akan mengalami pembangunan ulang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Welfizon Yuza selaku Direktur Utama TransJakarta menegaskan revitalisasi JPO Sarinah dilakukan sebagai upaya untuk menyediakan infrastruktur penyeberangan yang ramah bagi seluruh kalangan masyarakat serta menghidupkan kembali nilai sejarahnya sebagai identitas Kota Jakarta.

"Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. JPO Sarinah ini adalah JPO pertama di Indonesia," tukas Welfizon pada Sabtu (10/1) dalam keterangan resminya.


Kabarnya, JPO Sarinah akan dilengkapi dengan fasilitas lift. Tujuannya untuk menyediakan akses penyebrangan yang aman dan nyaman bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil di kawasan yang terkenal padat tersebut.

Rencana ini mendapat dukungan tinggi dari masyarakat setempat, khususnya para pejalan kaki yang kerap melakukan aktivitas di kawasan tersebut. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT TransJakarta, Tjahyadi DPM, menargetkan proyek ini akan rampung pada akhir Februari mendatang.

Welfizon juga menegaskan pembangunan JPO Sarinah tidak akan menutup fasilitas penyeberangan yang sudah ada di kawasan tersebut. JPO ini akan disediakan sebagai akses alternatif pilihan sehingga para warga tetap bisa menggunakan pelican crossing meskipun JPO Sarinah dibangun kembali.

"Pembangunan ini tidak akan menghilangkan fasilitas yang sudah ada. Pelican crossing tetap beroperasi normal bagi pejalan kaki di permukaan jalan," tambah Welfizon.

Seperti yang diketahui, JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1968 di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Dulunya, JPO ini memiliki akses langsung ke lantai 2 Gedung Sarinah.


Sekitar tahun 2016-2017 yang bertepatan pada era kepemimpinan Gubernur Ahok, koridor pejalan kaki Sudirman-Thamrin sempat mengalami penataan ulang dengan rencana ramah difabel.

JPO ini dibongkar dan ditutup saat era kepemimpinan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, pada tahun 2022 lalu. Alasannya untuk menambah estetika kota, agar tidak menghalangi pandangan ke arah Patung Selamat Datang dan gedung-gedung bersejarah.

Sebagai gantinya, pemerintah membangun pelican crossing untuk digunakan oleh para pengguna jalan. Pelican crossing dinilai lebih ramah bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.

(asr/fik)

Tonton juga video berikut:


Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |