Jakarta -
Sutradara ternama Joko Anwar kembali dengan karya film terbarunya yang berjudul Ghost in the Cell.
Kehadiran film bergenre horor itu mencuri perhatian terutama setelah posternya dirilis. Banyak yang merinding melihat poster tersebut lantaran memiliki visual yang bolong-bolong atau banyak lubang.
Penampakan poster itu pun membuat para penderita trypophobia, rasa jijik, takut atau cemas yang berlebihan ketika melihat pola lubang kecil yang banyak. Poster itu pun langsung memicu banyak komentar dari netizen.
Tak sedikit yang berkomentar pada Joko sebagai sutradara mengapa menghadirkan poster seperti itu. Namun faktanya, Joko Anwar sendiri adalah penderita trypophobia.
Joko Anwar - Insertlive.com/ Foto: Agustin Dwi Anandawati
"Sebenernya aku sama Tia (produser) adalah penderita trypophobia akut," beber Joko Anwar dalam konferensi pers Ghost in the Cell pada 9 April 2026 di Epicentrum, Jakarta Selatan.
Meski ngeri, ternyata ada makna lain di balik penampakan poster tersebut. Jika dilihat lebih dekat, lubang-lubang tersebut memiliki isi seperti bunga seroja. Elemen itu mempresentasikan harapan di tengah kondisi negeri yang tengah kacau.
"Kalau teman-teman lihat itu nggak bolong-bolong tapi ada isinya. Isinya itu seperti bunga seroja," ucap Joko.
"Jadi itu adalah hope. Jadi kita mau semua yang ada di film ini menunjukkan ada arti. The point is kita mau membuat penonton ketika melihat posternya immediately mereka merasa 'What is this? Apaan sih?'," lanjutnya.
Ghost in the Cell mengisahkan tentang kehidupan narapidana yang ditahan di Lapas Labuhan Angsana. Lapas itu berisi narapidana korupsi, kekerasan, penipuan hingga pembunuhan.
Para napi berkumpul dengan terjadi rivalitas antargeng. Pada suatu hari, mereka kehadiran narapidana baru bernama Dimas, wartawan yang dituduh telah membunuh bosnya, Endy.
Usai kehadiran Dimas, banyak kejadian pembunuhan tak wajar yang terjadi di lapas. Hal itu terjadi lantaran Dimas 'ketempelan' sosok hantu usai ia mengunjungi Kalimantan.
Banyak narapidana yang memiliki aura negatif mati dengan cara yang tidak wajar. Demi mencegah kematian, narapidana pun berlomba untuk berbuat baik demi membuat aura mereka menjadi positif.
(agn/agn)
Loading ...

7 hours ago
6
















































