Indro Warkop Tanggapi Pandji Pragiwaksono yang Dilaporkan ke Polisi (Foto: Marianus Harmita)
Jakarta, Insertlive -
Komedian senior Indro Warkop angkat bicara soal Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya akibat materi stand up comedy bertajuk Mens Rea. Indro mengaku heran, karena belakangan ini komedi semakin sering berujung pada laporan polisi.
Menurut Indro, situasi ini menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat menyikapi kritik. Jika dulu tekanan datang langsung dari penguasa, kini konflik justru muncul dari gesekan antarwarga.
"Mari kita tempatkan komedi itu pada tempatnya. Kadang-kadang orang sekarang menjadi enggak ngerti sebuah arti dari komedi," ucap Indro Warkop di kawasan Thamrin, dilansir dari detikcom, Senin (12/1).
Ia bahkan menilai fenomena ini bisa memberi citra buruk bagi Indonesia di mata dunia.
"Kita kemudian oleh bangsa yang lain dianggap 'waduh primitif ya ternyata orang Indonesia', gitu," tuturnya.
Dibandingkan Zaman Dulu, Ini Lebih Mengkhawatirkan
Personel grup lawak legendaris Warkop DKI itu lalu membandingkan kondisi sekarang dengan pengalamannya di masa lalu. Ia menyebut, dulu kritik dan tekanan datang dari pemerintah, bukan dari masyarakat sendiri.
"Kalau dulu zaman saya ada penguasa. Kalau sekarang penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita, ini kita harus hati-hati," ujar Indro.
Indro juga mengenang bahwa meski Warkop kerap mendapat teguran di era Orde Baru, mereka tidak pernah sampai dilaporkan oleh sesama warga atau organisasi masyarakat.
"Dilaporkan nggak pernah, tapi kita di... di ini oleh pemerintah sering. Ya disayangkan ini sebuah kemunduran cara berpikir. Logika saja lah. Kalau memang tidak terjadi ngapain harus ada penolakan?" katanya.
Pandji Dilaporkan, Organisasi Besar Angkat Bicara
Seperti diketahui, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan sangkaan Pasal 300 dan/atau 301 KUHP serta Pasal 242 dan/atau 243 KUHP. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 8 Januari 2026.
Pelapor yang mengaku sebagai Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyatakan laporan dibuat karena materi komedi Pandji dinilai menghina dan memicu kegaduhan. Ia juga menilai materi tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.
Namun belakangan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) menegaskan bahwa mereka tidak mengakui pelapor tersebut sebagai bagian dari organisasi.
Pernyataan Indro Warkop ini pun menjadi sorotan, karena mencerminkan kekhawatiran seorang seniman senior terhadap makin sempitnya ruang komedi dan kebebasan berekspresi di Indonesia.
(yoa/dis)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

4 hours ago
4
















































