Jakarta -
Tak terasa bulan Ramadan akan segera berakhir dan sebentar lagi umat Muslim akan merayakan hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pada momen ini, ada sejumlah sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Salah satunya adalah memperbanyak membaca takbir.
Melansir dari NU Online, anjuran membaca takbir Idul Fitri ini dimulai sejak masuknya waktu malam 1 Syawal sampai imam salat Id sudah melafalkan Takbiratul Ihram bagi yang berjamaah, atau sampai seseorang takbir salat Id bagi yang tidak berjamaah.
Sementara itu, ada yang mengatakan bahwa batas akhir pembacaan takbir sampai waktu salat Id.
Anjuran pembacaan takbir ini tertulis dalam firman Allah SWT sebagai berikut:
وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Artinya, "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Jemaah sedang melakukan Takbiratul Ihram saat sholat id lebaran 2024. Felicia Gisela Sihite/ Foto: Jemaah sedang melakukan Takbiratul Ihram saat sholat id lebaran 2024. Felicia Gisela Sihite
Bacaan Takbir Idul Fitri
Ditelusuri, bacaan takbir Idul Fitri terbagi menjadi dua, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal.
Takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan dibaca setiap setelah salat, baik fardu ataupun sunnah.
Sedangkan, takbir mursal merupakantakbir yang dibaca kapan saja dan di mana saja.
Takbir dilafalkan sebanyak tiga kali sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu', Syarhul Muhadzdzab. Berikut adalah lafal lengkap takbir Idul Fitri.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya, "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar."
Adapun lafal takbir yang sering dibaca masyarakat sebagai berikut tidak jadi masalah. Lafal takbir itu cukup baik untuk dibaca.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya, "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya."
Dzikir
Selain tiga takbir ini, ada bacaan dzikir sebagaimana dzikir-takbir Rasulullah SAW di Bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya, "Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar."
(naa/naa)
Loading ...

11 hours ago
11
















































