Jakarta -
Uang kertas mungkin jadi salah satu benda yang paling sering berpindah tangan setiap hari. Dipakai belanja, bayar ini itu, sampai disimpan di dalam dompet. Karena terlalu familiar, banyak detail kecil di dalamnya yang sering tidak benar-benar diperhatikan.
Padahal, kalau diperhatikan lebih dekat, ada bagian-bagian tertentu yang ternyata punya fungsi penting, salah satunya garis di pinggir uang kertas. Bukan sekadar hiasan, ternyata bagian ini memiliki makna dan kegunaan tertentu. Lalu, apa sebenarnya fungsi garis di pinggir uang kertas tersebut? Berikut penjelasannya.
Sebagian besar masyarakat mungkin pernah melihat atau bahkan meraba adanya garis timbul di sisi uang kertas. Namun, tidak sedikit yang mengira itu hanya bagian dari desain visual semata. Setiap detail pada uang rupiah memang dirancang dengan perhitungan matang oleh Bank Indonesia, mulai dari warna, gambar pahlawan, hingga tekstur permukaannya.
Penanda Nominal bagi Penyandang Disabilitas Netra
Mengutip dari laman resmi Bank Indonesia, garis timbul di pinggir uang kertas dikenal sebagai blind code atau kode tunanetra. Letaknya berada di sisi kanan dan kiri uang, dengan tekstur khas yang mudah diraba.
Fungsi utamanya adalah sebagai penanda nominal agar penyandang disabilitas netra dapat mengenali nilai uang tanpa harus melihat angka atau warna. Dengan adanya fitur ini, mereka bisa bertransaksi secara lebih mandiri dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Garis tersebut dibuat menggunakan teknik cetak khusus sehingga terasa timbul saat disentuh. Menariknya, setiap pecahan uang memiliki jumlah garis yang berbeda sebagai pembeda. Inilah yang membuat sistem ini efektif digunakan hanya dengan mengandalkan indera peraba.
Berikut arti tanda garis di tepi uang kertas untuk setiap nominal:
- Tujuh pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp1.000
- Enam pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp2.000
- Lima pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp5.000
- Empat pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp10.000
- Tiga pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp20.000
- Dua pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp50.000
- Satu pasang garis timbul menandakan uang pecahan Rp100.000
Dengan sistem ini, penyandang tunanetra dapat mengenali nominal uang hanya melalui sentuhan. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan inklusi keuangan, di mana semua orang memiliki akses yang setara dalam aktivitas ekonomi.
Lebih dari sekadar fitur teknis, keberadaan blind code juga mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat luas. Ini menjadi langkah penting agar sistem keuangan bisa diakses oleh siapa saja tanpa terkecuali.
Bagian dari Sistem Keamanan Uang
Selain berfungsi sebagai penanda nominal, garis timbul juga memiliki peran penting dalam menjaga keaslian uang. Tekstur ini tidak mudah ditiru karena dibuat menggunakan teknik cetak khusus yang disebut intaglio printing.
Teknik ini menghasilkan permukaan yang terasa kasar dan sedikit tebal saat disentuh. Perbedaan tekstur inilah yang menjadi salah satu cara sederhana untuk membedakan uang asli dan palsu tanpa alat bantu.
Bank Indonesia terus mengedukasi masyarakat melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Pada tahap 'Diraba', garis timbul menjadi salah satu indikator utama karena uang palsu biasanya tidak mampu meniru detail ini secara sempurna.
Selain garis timbul, ada juga fitur keamanan lain seperti watermark, benang pengaman, hingga tinta berubah warna. Semua elemen ini saling melengkapi untuk memastikan uang rupiah tetap aman dari pemalsuan.
Edukasi yang Masih Minim di Masyarakat
Meski sudah lama diterapkan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi garis di pinggir uang kertas. Tidak sedikit yang baru menyadarinya setelah melihat penjelasan di media sosial atau kampanye edukasi dari perbankan.
Kurangnya pemahaman tentang ciri fisik uang membuat sebagian orang hanya mengandalkan tampilan visual, seperti warna dan gambar. Padahal, mengenali tekstur adalah salah satu cara paling cepat untuk memastikan keaslian uang.
Dengan memahami fungsi sederhana seperti garis timbul ini, kesadaran terhadap keamanan uang jadi bisa meningkat. Selain itu, pengetahuan ini juga membantu mengurangi risiko peredaran uang palsu di masyarakat.
Detail kecil yang sering dianggap sepele ternyata menyimpan fungsi besar. Dari membantu penyandang disabilitas hingga menjaga keamanan transaksi, garis di pinggir uang kertas menjadi bukti bahwa setiap elemen pada uang rupiah punya peran penting. Semoga bermanfaat, Insertizen!
(KHS/fik)
Loading ...

9 hours ago
11
















































