Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Niat Puasa? Begini Penjelasannya

11 hours ago 10

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Niat Puasa? Begini Penjelasannya

Ibadah puasa di bulan Ramadan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat. Pada pelaksanaannya, ibadah puasa memiliki beberapa rukun yang perlu dipenuhi agar puasa yang dijalani sah.

Salah satu rukun paling mendasar adalah membaca niat. Namun kemudian muncul pertanyaan yang selalu muncul saat Ramadan, yakni kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk membaca niat puasa.

Apakah membaca niat puasa cukup dibaca sekali di awal Ramadan atau harus setiap malam? Kapan waktu yang tepat untuk membaca niat puasa? Berikut merupakan penjelasannya.


Waktu Membaca Niat Puasa Menurut Mazhab Syafi’i

Mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i, dan dalam pandangan mazhab ini, niat puasa Ramadan perlu untuk dibaca setiap malam.

Waktu membaca niat puasa kemudian dimulai dari sesudah salat Maghrib hingga sebelum memasuki waktu Subuh. Hal ini berarti seseorang boleh membaca niat kapan saja pada rentang waktu tersebut selama belum memasuki waktu fajar.

Niat puasa pada dasarnya bisa dibaca dalam hati, sedangkan mengucapkannya secara lisan hukumnya sunnah untuk membantu menegaskan niat tersebut.

Niat juga harus bersifat ta’yin, yakni menentukan jenis puasa yang dijalankan. Misalnya, dengan niat puasa Ramadan untuk esok hari karena Allah SWT.

Sahur sendiri kerap dianggap sebagai tanda bahwa seseorang akan berpuasa. Namun menurut ilmu fikih, sahur tak otomatis dianggap sebagai niat untuk melaksanakan ibadah puasa.

Sahur baru bisa dianggap sebagai niat jika dalam hati seseorang memang terlintas niat untuk berpuasa. Jika seseorang melaksanakan sahur tanpa niat untuk berpuasa, maka sahur tersebut tak dapat menggantikan niat.

Oleh karena itu, penting bagi tiap Muslim untuk memastikan bahwa dalam hati sudah muncul niat untuk menjalankan puasa sebelum waktu Subuh tiba.

Perbedaan Pendapat Membaca Niat Puasa Menurut Empat Mazhab

Empat mazhab fikih punya pandangan yang sedikit berbeda soal waktu menetapkan niat puasa. Mazhab Syafi’i dan Hambali menyatakan bahwa niat puasa wajib dilakukan setiap malam, mulai dari Maghrib hingga sebelum terbit fajar.

Sementara mazhab Hanafi memberikan kelonggaran, yakni seseorang diperbolehkan untuk berniat setelah Subuh hingga sebelum pertengahan siang jika lupa berniat pada malam sebelumnya. Niat tersebut bisa dibaca selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Mazhab Maliki kemudian punya pendapat yang cukup berbeda, yakni biat puasa Ramadan boleh dilakukan sekali saja pada malam pertama Ramadan untuk seluruh hari puasa selama satu bulan.

Pendapat mazhab Maliki kemudian dinilai sebagai bentuk kemudahan bagi umat Islam, serta upaya kehati-hatian apabila seseorang lupa berniat di malam berikutnya.

Meski cukup berbeda satu sama lain, pada dasarnya niat merupakan bagian dari rukun puasa yang wajib dilaksanakan. Meninggalkan rukun ini bisa membuat puasa menjadi tidak sah.

Niat puasa kemudian bisa dibaca setiap malam, tetapi juga bisa dilaksanakan pada malam pertama Ramadan sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah. Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga belajar untuk lebih bijak dan memperkuat ibadah.

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |