Kasus Pendakwah SAM Mencuat, Lima Korban Laporkan Dugaan Pelecehan ke Polisi

2 hours ago 2

Jakarta -

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang pendakwah berinisial SAM kini menjadi perhatian publik. Sejumlah korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian dan berharap kasus ini bisa diproses secara serius.

Laporan tersebut saat ini ditangani oleh Bareskrim Polri setelah para korban menyampaikan pengaduan mereka. Kuasa hukum korban mengatakan bahwa para korban mengalami dampak psikologis yang cukup berat akibat kejadian yang mereka alami.

Menurut kuasa hukum korban, Benny Jehadu, hingga saat ini terdapat lima orang yang melapor sebagai korban.

"Korbannya saat ini untuk klien kami ada lima orang ya. Karena memang atas kasus ini kan sebetulnya tadi kami sudah jelas menyampaikan bahwa ini kasusnya itu pelecehan seksual terhadap bukan anak perempuan ya, laki-laki, sesama jenis ya. Di bawah umur itu ada, yang dewasa juga ada," terang Benny Jehadu saat ditemui di Bareskrim Polri, Kamis (12/3).


Benny juga menjelaskan bahwa sosok yang dilaporkan dikenal oleh masyarakat sebagai seorang pendakwah yang cukup sering tampil di televisi.

"Terlapor ini inisialnya SAM, beliau ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta," kata Benny Jehadu.

Pihak kuasa hukum menyebut laporan yang mereka ajukan kini telah masuk ke tahap penyidikan. Mereka berharap penyidik segera mengambil langkah lanjutan dengan memanggil pihak terlapor.

"Tentu kami secara tegas terkait laporan kami adalah harapan kami kepada teman-teman penyidik untuk segera panggil terhadap terlapor ya, lalu segera ditetapkan sebagai tersangka," tegas Benny Jehadu.

Selain keterangan para korban, tim kuasa hukum juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik. Bukti tersebut antara lain berupa percakapan digital dan rekaman video yang disebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi.

Kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati, menjelaskan bahwa salah satu bukti yang diserahkan adalah rekaman video yang berkaitan dengan peristiwa di masa lalu.

"Bukti yang diserahkan kita tadi ke penyidik, bukti chat ya, terus video, dan ada beberapa bukti yang lain juga. Kalau video itu ada kayak semacam pada saat itu ada tabayyun, jadi ada permohonan maaf dari si pelaku ini kepada tokoh-tokoh ulama," beber Wati Trisnawati.

Ia juga mengatakan bahwa dugaan kejadian tersebut tidak terjadi dalam satu waktu saja, melainkan dalam rentang beberapa tahun.

"Paling untuk waktunya sih ini sekitar di tahun 2017, jadi memang ada beberapa korban yang berbeda waktunya. Ada yang 2017, 2018, sampai ada yang 2025. Tapi beda-beda waktunya," pungkas Wati Trisnawati.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan oleh kepolisian. Tim kuasa hukum berharap penanganan perkara dilakukan secara transparan sehingga para korban bisa mendapatkan keadilan.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |