Keluarga Bruce Willis Ambil Langkah Besar Demi Penelitian Penyakit Langka

17 hours ago 10

Jakarta -

Kabar haru datang dari keluarga aktor legendaris Bruce Willis. Mereka memutuskan untuk mendonasikan otak Bruce untuk penelitian ilmiah setelah kepergiannya nanti. Keputusan ini memang tidak mudah, namun diambil demi membantu dunia medis memahami penyakit yang dideritanya.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian keluarga untuk meningkatkan kesadaran tentang demensia frontotemporal (FTD), penyakit langka yang telah mengubah kehidupan Bruce dan orang-orang terdekatnya.

Bruce Willis, yang kini berusia 70 tahun, didiagnosis mengidap FTD pada awal 2023. Sebelumnya, pada Maret 2022, ia lebih dulu didiagnosis mengalami afasia, yaitu gangguan yang memengaruhi kemampuan berbicara dan berkomunikasi. Kondisi ini pula yang membuatnya memutuskan pensiun dari dunia akting.

Istri Bruce, Emma Heming Willis, mengakui bahwa keputusan donasi ini sangat berat secara emosional.


"Ini sulit secara emosional tetapi perlu secara ilmiah," jelas Emma.

Putri sulungnya, Rumer Willis, juga membagikan cerita jujur tentang kondisi sang ayah. Ia menggambarkan betapa kompleksnya menghadapi penyakit ini setiap hari.

"Siapa pun yang menderita FTD tidak dalam keadaan baik. Tapi dia baik-baik saja dalam hal menghadapinya, kan?" ujarnya.

Rumer juga mengungkapkan momen emosional yang masih ia rasakan bersama ayahnya.

"Entah dia mengenali saya atau tidak, dia bisa merasakan cinta yang telah saya berikan kepadanya, dan saya pun bisa merasakannya kembali," ucapnya.

Demensia frontotemporal adalah gangguan otak yang menyerang bagian frontal dan temporal, yang berperan dalam mengatur emosi, perilaku, serta kemampuan berbahasa. Pada kasus Bruce, gejalanya mengarah pada Afasia Progresif Primer (PPA), yang membuat kemampuan berbicara dan memahami bahasa menurun secara perlahan.

Keputusan ini juga didukung oleh keluarga besar, termasuk mantan istrinya, Demi Moore. Bagi mereka, donasi otak adalah cara untuk mengubah rasa sakit menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dengan langkah ini, keluarga Willis berharap para peneliti bisa menemukan lebih banyak jawaban tentang FTD, mulai dari penyebab, perkembangan penyakit, hingga kemungkinan pengobatan di masa depan.

Para ahli menyebut, penelitian terhadap otak penderita FTD sangat penting. Dari sana, ilmuwan dapat mempelajari perubahan pada struktur otak, protein abnormal, hingga faktor genetik yang memicu penyakit tersebut.

Dr. Bruce Miller dari UCSF menegaskan bahwa donasi otak memiliki peran besar dalam penelitian penyakit saraf. Melalui metode ini, peneliti dapat melihat langsung apa yang terjadi di tingkat sel, yang sangat penting untuk mengembangkan terapi baru.

Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan FTD. Penanganan yang tersedia masih terbatas pada meredakan gejala. Karena itu, keputusan seperti yang diambil keluarga Bruce Willis menjadi sangat berarti bagi masa depan dunia medis.

Di balik kabar ini, tersimpan pesan kuat tentang harapan bahwa dari situasi yang menyakitkan, masih ada peluang untuk membantu banyak orang di masa mendatang.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |