Mark Ruffalo Kecam Trump soal Pembelaan Penembakan ICE: Dia Manusia Terburuk! / Foto: (dok. imdb.)
Jakarta, Insertlive -
Aktor Mark Ruffalo menumpahkan kemarahannya terhadap Donald Trump setelah presiden AS itu membela tindakan agen ICE yang menembak seorang warga sipil. Pernyataan ini ia sampaikan saat hadir di Golden Globe Awards 2026, di tengah protes publik atas insiden tersebut.
Ruffalo mengatakan AS menghadapi ancaman serius jika dipimpin oleh seseorang yang menurutnya "cacat moral".
"Dia adalah manusia terburuk. Jika kita mengandalkan moralitas orang ini atas negara terkuat di dunia, maka kita semua berada dalam masalah besar," ujar Ruffalo kepada USA Today di karpet merah Golden Globes, saat mendiskusikan pin "Be Good" yang dipakainya sebagai bentuk dukungan bagi korban Renee Nicole Good, seorang ibu yang tewas ditembak oleh agen ICE.
Ruffalo juga menyinggung masalah kebijakan luar negeri dan hukum internasional dalam kritiknya.
"Kita sedang berada dalam perang dengan Venezuela yang kita duduki secara ilegal. Trump memberi tahu kepada dunia bahwa hukum internasional tidak berpengaruh untuknya. Satu-satunya yang penting bagi dia adalah moralitasnya sendiri," tambahnya.
Ia bahkan menyebut Trump sebagai "manusia terburuk di dunia" dan memperingatkan bahwa bergantung pada moral yang dimiliki Trump bisa berbahaya bagi negara.
Pin "Be Good" Jadi Simbol Protes
Aksi Ruffalo tidak sendirian. Beberapa selebritas lain juga memakai pin dengan tulisan "Be Good" atau "ICE OUT" di karpet merah Golden Globes 2026 sebagai bentuk solidaritas kepada korban penembakan ICE dan untuk menyoroti kekerasan oleh aparat imigrasi.
Ruffalo menjelaskan bahwa pin itu ia pakai khusus untuk mengenang Renee Nicole Good, wanita yang ditembak oleh agen ICE di Minneapolis saat razia besar yang dilakukan pada awal Januari. Banyak masyarakat di berbagai kota di AS turun ke jalan untuk memprotes kejadian ini dan menuntut pertanggungjawaban.
"Ini Bukan Amerika yang Saya Kenal"
Meski berada di acara penghargaan, Ruffalo mengatakan sulit bagi dirinya untuk bersikap netral di tengah situasi yang menurutnya tidak biasa.
"Saya ingin datang ke sini untuk merayakan, dan saya benar-benar ingin merayakannya karena saya bangga dengan nominasi Golden Globe saya. Tetapi pada saat yang sama, ini sudah tidak normal lagi. Jadi saya tidak tahu bagaimana bisa diam. Saya merasa agak muak, jadi sulit bagi saya untuk berpura-pura sekarang," ujar Ruffalo di karpet merah.
Ia menambahkan bahwa protes ini juga untuk orang-orang di AS yang kini merasa takut dan terintimidasi oleh tindakan aparat imigrasi.
"Ini untuk orang-orang di Amerika Serikat yang hari ini hidup dalam teror dan ketakutan. Saya mencintai negara ini, dan apa yang saya lihat terjadi sekarang bukanlah Amerika," katanya mengenai pin yang ia kenakan.
Reaksi Publik dan Politik
Kritik Ruffalo ini muncul setelah Trump dan pejabat AS membela tindakan agen ICE sebagai pembelaan diri, meskipun rekaman dari lokasi menunjukkan peristiwa yang menimbulkan banyak kontroversi dan protes publik. Banyak kelompok hak sipil dan selebriti menyuarakan dukungan terhadap keluarga korban dan mengecam tindakan aparat imigrasi.
Pernyataan tegas Ruffalo ini menunjukkan bagaimana selebriti tidak ragu menggunakan momen besar seperti Golden Globes untuk menyuarakan sesuatu yang menurut mereka penting secara moral dan sosial, meskipun ini berarti memicu reaksi kuat dari berbagai pihak.
(yoa/and)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

3 hours ago
1















































