Jakarta -
Media sosial beredar kabar yang menyebut kebiasaan mandi setelah makan bisa memicu asam urat pada anak.
Informasi ini viral di media sosial dan membuat banyak orang tua khawatir.
Mengacu pada klarifikasi resmi, klaim tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Informasi itu berasal dari unggahan media sosial yang menarasikan seorang anak sakit setelah dimandikan usai makan.
Dalam unggahan tersebut bahkan dituliskan: "Stop Kebiasaan Mandiin Anak Setelah Makan! Anak 7 Tahun dilarikan ke rumah sakit...," tulis keterangan unggahan tersebut.
Meski terdengar meyakinkan, para ahli menegaskan tidak ada hubungan antara mandi setelah makan dengan penyakit asam urat.
Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, dr. Ida Srisurani Wiji Astuti, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.
"Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan kebiasaan mandi setelah makan dapat menyebabkan asam urat pada anak," kata Ida.
Ia menjelaskan, asam urat pada anak justru umumnya dipicu oleh faktor medis tertentu, bukan kebiasaan sehari-hari seperti mandi setelah makan.
Beberapa penyebab yang lebih relevan antara lain gangguan ginjal, infeksi saluran kemih, hingga kelainan metabolik atau faktor genetik. Selain itu, obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko yang cukup berpengaruh.
Penjelasan lain juga menyebut bahwa asam urat berkaitan dengan kadar purin dalam tubuh, yang biasanya berasal dari makanan tertentu seperti daging merah atau seafood, bukan karena aktivitas mandi.
Dengan demikian, klaim bahwa mandi setelah makan dapat menyebabkan asam urat pada anak tidak dapat dibuktikan secara medis.
Alih-alih khawatir berlebihan, orang tua sebaiknya fokus pada pola makan sehat, aktivitas fisik, serta menjaga kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.
(dis/and)
Loading ...

14 hours ago
9
















































