Jakarta -
Rumah tusuk sate sering dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis, membawa sial, hingga disebut tidak membawa keberuntungan bagi penghuninya.
Istilah rumah tusuk sate merujuk pada rumah yang posisinya tepat di ujung jalan lurus, sehingga terlihat seperti 'ditusuk' oleh jalan tersebut.
Menurut feng shui, rumah yang berada di posisi tusuk sate bisa menyebabkan kurang stabil secara finansial, membuat sering terjadi masalah atau konflik, hingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni.
Namun, hal tersebut berbeda dengan pandangan Islam terkait posisi rumah tusuk sate.
Menurut Ustaz Khalid Basalamah, tidak ada hubungannya rumah tusuk sate dengan kesialan dalam pandangan agama islam.
Ia mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan rumah tusuk sate asalkan dibangun dengan menggunakan uang halal.
"Mau tusuk sate, mau tusuk apa.. rumah dibangun dengan uang halal, mau di ujung gang, mau di samping, mau bentuknya kotak, nggak ada masalah sama sekali," katanya seperti dilansir dari YouTube Sebuah Kisah Official, Selasa (5/5).
Ustaz Khalid Basalamah menambahkan bahwa anggapan masyarakat terkait mitos, kesialan rumah tusuk sate merupakan sebuah tathayyur. Artinya, menggantungkan sesuatu terhadap hal-hal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan syariat islam.
Ia menambahkan bahwa rumah bisa menjadi sarang jin ketika pemiliknya tidak pernah membaca Al-Qur'an atau sering mabuk-mabukan.
Berbeda dengan rumah yang pemiliknya sering beribadah, maka rumah tersebut tempatnya malaikat.
Meskipun tidak ada istilah tusuk sate dalam Islam, Ustaz Khalid Basalamah mengungkapkan bahwa tata letak rumah seharusnya menghadap kiblat. Namun, posisi toilet atau WC tidak mengarah ke kiblat.
"Ada beberapa hal yang diingatkan dalam Islam seperti tidak boleh menghadap ke kiblat kalau lagi di kamar kecil, toilet," ungkapnya.
(arm/fik)
Loading ...

6 hours ago
3
















































