Pangeran Harry Bongkar Sisi Gelap Liburan Akhir Tahun Kerajaan Inggris/Foto: Instagram @sussexroyal
Jakarta, Insertlive -
Pangeran Harry sempat membongkar sisi gelap yang terjadi di keluarga Kerajaan Inggris lewat memoarnya, Spare.
Menurutnya, momen pergantian tahun tidak dilewati dengan kebahagiaan. Suasana yang seharusnya hangat lantaran bisa berkumpul bersama keluarga itu malah dihiasi dengan ketegangan dan persaingan di antara anggota keluarga.
Saat Harry pulang dari Kutub Selatan pada 2013 tepat pada liburan Natal di Sandringham, suami Meghan Markle itu berusaha untuk menjaga ketenangan. Namun usahanya itu hancur karena terjadi ketegangan di dalam keluarganya.
"Saya berkata pada diri sendiri untuk memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin, menggunakan waktu ini untuk melindungi ketenangan yang telah saya raih di Kutub Utara," beber Harry.
IKUTI QUIZ
Momen ketegangan itu terjadi gegara Court Circular-dokumen tahunan yang mencatat berbagai kegiatan resmi setiap anggota keluarga kerajaan. Dokumen itu diterbitkan secara rutin oleh Istana St. James lalu dicetak di media setempat seperti The Times, The Daily Telegraph dan The Scotsman.
"Hard drive saya telah dibersihkan. Sayangnya, keluarga saya pada saat itu terinfeksi oleh beberapa malware yang sangat menakutkan," sambungnya.
Harry menyebut anggota kerajaan terobsesi dengan catatan kegiatan resmi. Mereka berlomba untuk menampilkan kegiatan sebanyak mungkin dalam laporan tahunan tersebut. Bahkan ada anggota yang memasukkan interaksi publik di mana hal itu bukan menjadi kegiatan resmi.
"Semuanya berdasarkan laporan pribadi, semuanya subjektif. Sembilan kunjungan pribadi dengan para veteran, membantu kesehatan mental mereka? Nol poin. Terbang dengan helikopter untuk meresmikan peternakan kuda? Pemenang!," tulis Harry.
Menurutnya juga terjadi ketidakadilan pada sistem pembagian tugas dan anggaran di keluarga Kerajaan Inggris. Hanya Raja Charles yang menentukan seberapa banyak pekerjaan yang bisa dilakukan Harry dan kakaknya, Pangeran William.
"Tak seorang pun dari kamu memutuskan sendiri berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Hanya Ayah yang mengendalikan dana kami, kami hanya bisa melakukan apa yang mampu kami lakukan dengan sumber daya dan anggaran apa pun yang kami dapatkan darinya," kata bapak dua anak itu.
"Dihukum di depan umum karena seberapa banyak yang Ayah izinkan kami lakukan itu terasa sangat tidak adil. Curang," lanjut Pangeran Harry.
(agn/fik)
Tonton juga video berikut:

2 hours ago
1
















































