Pangeran William Sempat Hubungi Pangeran Andrew Usai Skandal Besar

11 hours ago 9

Jakarta -

Kisah di balik konflik keluarga kerajaan Inggris kembali mencuat. Pangeran William disebut sempat menghubungi pamannya, Pangeran Andrew, setelah ia terseret skandal besar dan dijauhkan dari lingkungan kerajaan.

Informasi ini diungkap oleh penulis Robert Hardman dalam bukunya Elizabeth II: In Private. In Public. The Inside Story.. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa William menghubungi Andrew untuk menyampaikan simpati di tengah situasi sulit yang dihadapinya.

Langkah ini disebut membuat Andrew tersentuh, karena William menjadi salah satu dari sedikit anggota keluarga yang tetap menjalin komunikasi dengannya saat itu.

Meski menunjukkan simpati, hubungan keduanya ternyata tidak selalu berjalan mulus. Sebelumnya, Pangeran William disebut sebagai sosok yang mendorong agar Andrew disingkirkan dari keluarga kerajaan.


Hal ini berkaitan dengan wawancara kontroversial Andrew di program Newsnight BBC, di mana ia membela hubungannya dengan Jeffrey Epstein, sosok yang terlibat dalam kasus kejahatan seksual besar.

Penulis kerajaan Russell Myers mengungkapkan bahwa William merasa penjelasan Andrew dalam wawancara tersebut sangat bermasalah.

"William benar-benar bersikeras setelah melihat wawancara BBC Newsnight dengan pamannya dan penjelasan buruk yang ia berikan tentang persahabatannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein," jelas Russell Myers.

Ia juga menambahkan bahwa sikap Andrew yang tidak menunjukkan penyesalan menjadi perhatian serius.

"(Andrew) Menolak untuk meminta maaf atas hubungannya itu dan menolak untuk mengakui trauma sebenarnya yang dialami para korban Epstein adalah red flag mutlak bagi William," lanjutnya.

Bahkan, William disebut langsung menyampaikan kepada Ratu Elizabeth II dan Raja Charles III agar Andrew benar-benar dijauhkan dari keluarga kerajaan.

"Dia harus diusir. Andrew harus disingkirkan dari keluarga kerajaan, baik di depan publik maupun secara pribadi," tegasnya.

Situasi Pangeran Andrew semakin sulit setelah ia kembali terseret kasus hukum. Pada Februari 2026, ia ditangkap terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

Tak hanya itu, Andrew juga menghadapi tuduhan baru, yaitu dugaan membocorkan dokumen perdagangan rahasia Inggris saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan.

Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman yang sangat berat, bahkan penjara seumur hidup.

Skandal ini juga berdampak besar pada keluarga Andrew. Kedua putrinya, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, disebut merasa sangat malu dengan situasi tersebut.

Bahkan, keduanya dikabarkan memilih mundur dari sejumlah organisasi dan mempertimbangkan untuk meninggalkan Inggris.

Media Page Six menyebut telah mencoba menghubungi Istana Kensington untuk meminta klarifikasi terkait kabar ini. Namun hingga kini belum ada tanggapan resmi.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |