Perlu Dihindari, 5 Kebiasaan Frugal Living Ini Justru Bikin Hidup Lebih Susah

13 hours ago 8

Jakarta -

Banyak orang yang melakukan gaya hidup frugal untuk berhemat dan mengurangi pengeluaran. Frugal living yang belakangan populer disebut sebagai solusi untuk membantu keuangan.

Frugal living sendiri merupakan gaya hidup 'sadar finansial' yang menekankan pengelolaan uang yang bijak, hemat, serta efisien. Gaya hidup ini mengutamakan kebutuhan di atas keinginan, tetapi bukan berarti pelit.

Gaya hidup ini berupaya untuk memaksimalkan nilai uang agar stabilitas keuangan jangka panjang bisa tercapai. Meski demikian, beberapa kebiasaan frugal living justru harus dihindari karena bisa membuat hidup lebih susah.

Frugal living bukan berarti menyulitkan diri sendiri, berikut merupakan lima kebiasaan frugal living yang perlu dihindari.


1. Menyetir Lebih Jauh

Menyetir mobil atau motor lebih jauh dengan sengaja untuk menghemat pengeluaran bensin justru bisa merugikan diri sendiri. Anda justru bisa membuat lebih banyak biaya untuk membeli bensin dan bahkan memengaruhi kondisi lingkungan.

2. Membeli Barang dalam Jumlah Besar

Beberapa barang memang ada baiknya untuk dibeli dalam jumlah besar sebagai cara berhemat. Barang kebutuhan seperti tisu hingga makanan yang tak mudah kadaluarsa jadi contoh barang yang sering dibeli dalam jumlah besar.

Meski demikian, membeli barang dalam jumlah besar tak selalu baik dilakukan sebagai langkah berhemat. Ketika Anda membeli banyak barang, bisa saja Anda lupa bahwa stok barang tersebut masih ada di rumah.

Hal ini justru bisa membuat Anda membeli lebih banyak lagi barang ketika berbelanja kebutuhan.

3. Melewatkan Pengeluaran yang Bisa Menghibur Diri

Pengeluaran kecil setiap hari bisa memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri. Pengeluaran ini pun berbeda pada tiap individu, dengan jumlah yang berbeda pula. Pada umumnya, mereka yang menerapkan frugal living mengurangi pengeluaran ini.

Meski demikian, menghilangkan kebahagiaan diri justru bisa berpengaruh buruk dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memilah dengan ketat mana pengeluaran yang benar-benar membahagiakan dan mana yang kurang dibutuhkan.

4. Pekerjaan Sampingan yang Merepotkan

Tak ada yang salah dengan melakukan kerja sampingan untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Namun masalah bisa mulai muncul ketika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bekerja demi uang tambahan, terutama jika Anda tidak menyukai pekerjaan itu.

Anda bisa mencoba untuk mencari pekerjaan sampingan yang lebih disukai atau meningkatkan kemampuan diri untuk pekerjaan utama yang lebih baik.

5. Fokus Pada Harga Dibandingkan Nilai Barang

Perbedaan frugal living dan hidup murah adalah pada penetapan nilai pada suatu barang atau kegiatan. Orang yang berusaha hidup 'murah' pada umumnya membeli barang paling murah sesuai kebutuhan.

Sementara mereka yang hidup frugal berusaha menemukan barang dengan nilai tinggi. Harga barang tersebut mungkin jauh lebih mahal, tetapi justru lebih tahan lama dan menjadi investasi yang baik.

Meski banyak yang menyebut pola pikir ini terlalu membuang uang, Anda bisa menetapkan tujuan frugal living agar pengeluaran bisa dikontrol.

(asw/dia)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |