Jakarta -
Sean Ono Lennon, mengungkapkan pembelaan terkait foto orang tuanya, John Lennon dan Yoko Ono, yang baru-baru ini kembali menjadi sorotan dan menuai kritikan.
Foto yang dimaksud Sean itu memperlihatkan momen Lennon dan Yoko sedang pose di kamar, bersama seorang asisten rumah tangga (ART) yang sedang membereskan kasur.
Potret tersebut merupakan bagian dari aksi Bed In dari Lennon dan Yoko yang terkenal pada 1969.
Aksi yang berlangsung di Hotel Hilton Amsterdam itu merupakan bagian dari protes terhadap perang Vietnam.
Siapa sangka, potret terkenal Lennon dan Yoko itu malah mendapat kritikan dari seorang pengguna internet karena dianggap ironis terkait keberadaan ART.
"Ironinya tidak boleh diabaikan," komentar seorang netizen.
Sean lantas berusaha menyampaikan pembelaan terhadap oran tuanya dengan menjelaskan pandangannya terkait potret tersebut.
"Tidak ada ironi sama sekali dalam membiarkan seorang pembantu melakukan pekerjaannya. Berpikir sebaliknya adalah pandangan yang sangat konyol. Mereka tidak memprotes layanan pembantu rumah tangga," ujar Sean.
"Banyak orang tampaknya tidak tahu apa itu ironi. Memprotes perang sambil berada di suite bulan madu dengan layanan pembantu bukanlah ironi, melainkan absurditas, atau komedi. Agar ironis, mereka harus memprotes perang sambil mengendarai tank. Nah, ITU baru ironis. Terima kasih," sambungnya.
Sean bukan kali pertama membahas sesuatu perihal Lennon dan Yoko. Beberapa waktu sebelumnya, Sean berusaha memastikan agar generasi zaman sekarang tidak melupakan warisan The Beatles, termasuk dari Lennon dan Yoko.
"Orang tua saya telah memberi saya begitu banyak sehingga saya pikir ini adalah hal terkecil yang dapat saya lakukan untuk mencoba mendukung warisan mereka selama hidup saya. Saya merasa berhutang budi kepada mereka. Ini adalah hal pribadi," tutupnya.
(ikh)
Loading ...

2 hours ago
2
















































