Jakarta -
Harrison Ford mulai bicara terbuka soal kemungkinan pensiun dari dunia akting. Aktor legendaris tersebut mengaku pengalaman membintangi serial Shrinking begitu membekas.
Hal itu yang membuat Ford merasa tidak keberatan jika proyek tersebut menjadi penampilan terakhirnya di layar.
Serial Apple TV+ itu menampilkan Ford sebagai seorang terapis perilaku yang hidup dengan penyakit Parkinson.
Film Shrinking yang digarap Bill Lawrence dan Brett Goldstein, dua kreator di balik kesuksesan Ted Lasso, baru saja kembali dengan musim ketiga dan akan menayangkan episode terbaru setiap pekan hingga penutupnya pada 8 April mendatang.
Para pemeran sempat diminta merenungkan pertanyaan yang muncul di benak mereka saat pertama kali menerima tawaran untuk terlibat dalam serial yang disebut sangat menggugah secara emosional tersebut. Harrison Ford menjadi orang pertama yang angkat bicara.
"Lalu, ke mana kita akan melangkah selanjutnya? Jenis pekerjaan yang mampu kita lakukan sungguh luar biasa mengingat alat-alat yang kita miliki, dan gagasan yang mendasari seri ini," katanya.
"Ini adalah jenis pekerjaan yang berbeda bagi saya, dan saya telah melakukan ini untuk waktu yang lama," sayangnya.
Ford tidak menutupi betapa proyek ini memberinya kepuasan batin yang jarang ia rasakan di tahap kariernya saat ini.
"Ini sangat istimewa, dan ini benar-benar menyejukkan hati saya dan membuat saya merasa bahwa apa yang kita lakukan memiliki nilai dan arti penting. Saya mencari hal itu dalam hidup saya, dan saya senang telah menemukannya di sini," kata Ford.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung kehadiran Michael J. Fox yang tampil sebagai bintang tamu dalam tiga episode musim terbaru.
Penggambaran Parkinson dalam Shrinking sejak awal memang terinspirasi dari pengalaman Fox, yang telah lama hidup dengan penyakit tersebut.
Sebelumnya, Bill Lawrence menyebut Michael J. Fox sebagai sosok yang sangat memengaruhi pendekatan serial ini.
"Saya menemukan mentor pertama dalam hidup dan karier saya, Michael J. Fox, sangat menginspirasi," ujar Lawrence.
"Cara dia menerima semuanya dengan tenang dan terus bekerja lebih keras daripada siapa pun yang saya kenal. Dan kami ingin meneruskan semangat itu, jika memungkinkan, ke dalam acara ini," lanjutnya.
Michael J. Fox diketahui didiagnosis Parkinson pada usia 29 tahun pada 1991. Ia kemudian memutuskan pensiun dari dunia akting pada 2020 dan mendirikan Yayasan Michael J. Fox pada tahun 2000 untuk mendukung riset pencarian obat Parkinson.
Bagi Harrison Ford, bekerja langsung dengan Fox memberikan beban emosional tersendiri, sekaligus pengalaman yang sangat berharga.
"Agak menakutkan ketika saya memikirkannya, karena saya memerankan karakter yang mengidap Parkinson, dan Michael, tentu saja, mengidap penyakit itu secara nyata," kata Ford.
"Saya selalu merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan bagian cerita saya itu dengan benar. Tapi Michael adalah sosok yang luar biasa, murah hati, dan menyenangkan, yang sama sekali tidak saya kenal dan berkesempatan untuk mengenalnya saat mengerjakan serial ini," lanjutnya.
Ford juga memuji kehadiran Fox di lokasi syuting yang menurutnya meninggalkan kesan mendalam.
"Bekerja dengannya adalah pengalaman yang luar biasa. Dia memiliki kehadiran yang sangat kuat. Begitu anggun, berani, dan pantang menyerah, dan saya harap sebagian dari itu akan membantu saya dalam memerankan karakter yang mengidap Parkinson," katanya.
Pujian itu sejalan dengan pernyataan Ford sebelumnya kepada Vanity Fair, ketika ia menyebut Michael J. Fox sebagai sosok yang murah hati, suportif, terbuka, dan benar-benar orang yang luar biasa, sekaligus menegaskan bahwa Fox adalah aktor yang sangat hebat.
Pernyataan Harrison Ford soal pensiun itu memunculkan satu pertanyaan terkait kemungkinan Shrinking akan benar-benar menjadi salam perpisahan sang legenda dari dunia akting.
(ikh/and)
Loading ...

8 hours ago
12
















































