Rhoma Irama Murka Namanya Dicatut untuk Lagu Bikinan AI

6 hours ago 6

Jakarta -

Gelombang teknologi AI kini mulai memakan korban di industri musik Tanah Air. Kali ini, legenda dangdut Rhoma Irama angkat bicara setelah namanya digunakan secara ilegal untuk menyebarkan lagu-lagu palsu di media sosial.

Lewat unggahan Instagram pada Selasa, 31 Maret 2026, Rhoma Irama menyampaikan keresahannya secara langsung kepada para penggemar, khususnya Forsa.

Ia menegaskan bahwa ada pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan lagu dengan suara yang menyerupai dirinya.

"Kepada penikmat lagu-lagu dangdut khususnya Forsa, saya ingin mengingatkan bahwa selama ini ada teknologi AI yang membuat lagu-lagu atas nama saya," kata Rhoma Irama.


Tak hanya meniru suara, pelaku juga menggunakan identitas visual dan nama grup legendaris Soneta Group demi memperkuat kesan seolah lagu tersebut resmi.

"Nah, jadi vokalnya vokal Rhoma, yang main Soneta," tuturnya, menjelaskan modus yang digunakan.

[Gambas:Instagram]

Rhoma Irama mengungkapkan, sejauh ini sudah ada tiga lagu yang terdeteksi beredar luas dan diklaim sebagai karyanya. Padahal, ia memastikan lagu-lagu tersebut tidak pernah ia ciptakan.

"Yang terdeteksi baru tiga lagu nih: ada 'Untukmu April', kemudian ada lagi 'Ramadan Bukan Untuk Gaya', yang ketiga 'Hati-Hati Kecelek'," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa baik lagu maupun aransemen musik tersebut bukan berasal dari dirinya maupun Soneta Group.

"Ini sama sekali bukan lagu Rhoma dan bukan aransemen Rhoma, tapi mereka bikin, nah lihat," tegas pelantun "Begadang" itu.

Melihat kondisi ini, Rhoma merasa perlu memberikan klarifikasi agar publik tidak tertipu. Ia juga khawatir identitas dan karya seninya disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan.

"Jadi untuk diketahui saja bahwa selama ini ada tiga lagu AI yang bukan ciptaan Rhoma tapi mereka mengaku sebagai ciptaan Rhoma," jelasnya.

Dengan nada serius, Rhoma Irama pun memberikan peringatan terbuka kepada para pelaku agar segera menghentikan tindakan tersebut.

"Kepada pengguna ini ya, masya Allah, coba hentikan ini," pintanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan tersebut bukan hanya salah secara etika, tetapi juga berpotensi membawa konsekuensi buruk di kemudian hari.

"Sesuatu yang tidak baik dan akan berakibat tidak baik kepada Anda. Oke? Terima kasih atas perhatiannya," tutupnya.

Fenomena ini sekaligus menjadi alarm bagi industri musik Indonesia. Di era AI yang semakin canggih, batas antara kreativitas dan pelanggaran identitas semakin tipis-dan tanpa regulasi yang jelas, kasus serupa bisa terus berulang.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |