Jakarta -
Momen akad nikah El Rumi dan Syifa Hadju ternyata menyimpan detail penting yang baru terungkap ke publik. Di balik suasana sakral dan penuh haru, sosok wali nikah Syifa justru bukan berasal dari pihak keluarga.
Hal ini disampaikan langsung oleh Habib Usman bin Yahya yang hadir dalam prosesi tersebut. Ia mengungkap bahwa pernikahan berlangsung dengan sangat khidmat dan penuh ketenangan, sekaligus menegaskan siapa yang menjadi wali dalam akad tersebut.
"Wali nikahnya itu penghulunya," ujar Habib Usman di Raffles Jakarta, Minggu (26/4).
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa yang digunakan adalah wali hakim.
"Iya wali hakim, pakai wali hakim tadi," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Usman juga membagikan kesan mendalam soal jalannya akad nikah. Ia menyoroti momen ijab kabul yang berjalan lancar tanpa pengulangan.
"Tadi acaranya Masya Allah sangat khidmat, tenang, dan El Masya Allah pas kalimat ijab kabulnya tegas dan sekali doang, sekali selesai," ungkapnya.
Ia bahkan memuji kesiapan El saat mengucapkan kabul dengan suara lantang dan penuh keyakinan.
"Pas bilang 'saya terima nikahnya' Masya Allah, tegas, berani, lantang, sudah belajar kayaknya," tambahnya.
Dalam prosesi tersebut, Habib Usman tidak bertindak sebagai saksi, melainkan sebagai pembaca doa sekaligus penceramah yang memberikan nasihat pernikahan.
"Saya tadi sebagai pembaca doa dan pencerama," jelasnya.
Ia juga menggambarkan suasana akad yang berlangsung sakral, tenang, dan penuh kekhusyukan. Kebahagiaan terlihat jelas dari kedua mempelai, terutama Syifa yang tampak tersenyum haru.
"Bahagia, senyum... tadi terharu," katanya.
Tak hanya pengantin, momen emosional juga dirasakan oleh keluarga yang hadir, meski tidak dirinci siapa yang terlihat meneteskan air mata.
Di balik momen bahagia tersebut, Habib Usman turut menyampaikan pesan penting bagi pasangan suami istri, terutama generasi muda yang menjadikan pernikahan ini sebagai inspirasi.
Ia menekankan pentingnya suami untuk mencintai dan memuliakan istri, serta istri untuk menghormati dan menyayangi suami, sebagaimana ajaran Rasulullah.
"Yang terpenting adalah kalau buat laki-laki harus sayangi istrinya, muliakan istrinya... dan sebagai seorang istri, menghormati, cintai, sayangi suaminya," tuturnya.
Menutup pernyataannya, Habib Usman memanjatkan doa agar rumah tangga El Rumi dan Syifa Hadju menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta bisa menjadi contoh bagi pasangan muda lainnya.
"Semoga rumah tangganya Sekinah, Mawaddah, Wa Rahmah... menjadi contoh bagi rumah tangga anak muda yang lainnya," pungkasnya.
Pernikahan ini bukan hanya soal dua insan yang bersatu, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang nilai, kesiapan, dan makna sakral dalam membangun rumah tangga.
(ikh/ikh)
Loading ...

5 hours ago
10
















































