Jakarta, Insertlive -
Yoga dan pilates kerap dianggap sebagai jenis olahraga yang sama. Keduanya identik dengan gerakan perlahan, fokus penuh pada pernapasan, serta dilakukan di atas matras. Tak heran jika banyak orang masih bingung membedakan keduanya, apalagi bagi yang baru ingin memulai gaya hidup aktif.
Padahal, yoga dan pilates memiliki tujuan, teknik, serta manfaat yang cukup berbeda. Mulai dari pendekatan latihan, fokus otot yang dilatih, hingga filosofi di balik gerakannya. Memahami perbedaan ini penting agar Insertizen bisa memilih olahraga yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tujuan kebugaran.
Lantas, apa saja perbedaan antara yoga dan pilates? Berikut penjelasannya.
Perbedaan Pilates dan Yoga
Sekilas, pilates dan yoga memang tampak serupa. Keduanya sama-sama menuntut konsentrasi, kontrol pernapasan, serta kesadaran penuh terhadap gerakan tubuh. Namun jika ditelusuri lebih jauh, karakter dan tujuan dari dua olahraga ini cukup berbeda, mulai dari fokus latihan, teknik yang digunakan, hingga hasil yang ingin dicapai.
Pilates dikenal sebagai latihan fisik yang berfokus pada penguatan otot, khususnya otot inti atau core strength. Olahraga ini banyak digunakan sebagai metode rehabilitasi karena membantu memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan, serta memperkuat otot secara bertahap dan terkontrol. Dalam setiap gerakannya, pilates menekankan koordinasi antara pernapasan, stabilitas, dan presisi. Tidak heran jika latihan ini banyak dipilih oleh orang-orang yang ingin membentuk tubuh lebih proporsional atau sedang dalam proses pemulihan cedera.
Berbeda dengan pilates, yoga lebih menitikberatkan pada keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Yoga mengombinasikan postur, pose, teknik pernapasan, serta latihan relaksasi atau meditasi. Selain membantu meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh, yoga juga dikenal efektif untuk meredakan stres dan menjaga kesehatan mental. Setiap gerakan dalam yoga mengajak tubuh untuk bergerak lebih lembut, sambil melatih fokus dan ketenangan batin.
Asal Usul
Perbedaan yoga dan pilates juga terlihat jelas dari latar belakang sejarahnya. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an oleh Joseph Pilates, seorang ahli anatomi asal Jerman. Metode ini awalnya diciptakan sebagai latihan rehabilitasi bagi tentara yang mengalami cedera setelah Perang Dunia I. Seiring waktu, pilates semakin populer, terutama di kalangan penari dan atlet, karena mampu meningkatkan kekuatan tubuh tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi.
Sementara itu, yoga memiliki akar yang jauh lebih tua. Praktik ini berasal dari tradisi spiritual kuno di India yang telah ada selama ribuan tahun. Yoga bukanlah sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari filosofi hidup yang mengajarkan keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual. Inilah yang membuat yoga tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran tubuh, tetapi juga untuk ketenangan dan kesadaran diri.
Fokus Utama
Perbedaan paling terasa antara pilates dan yoga terletak pada fokus latihannya. Pilates dirancang untuk membangun kekuatan otot inti melalui rangkaian gerakan kecil yang dilakukan secara berulang. Dalam satu sesi pilates, latihan biasanya dimulai dari penguatan core, lalu dilanjutkan dengan gerakan yang melatih stabilitas, postur, dan koordinasi tubuh. Pernapasan pun menjadi bagian penting karena harus selaras dengan setiap gerakan agar hasilnya lebih maksimal.
Sementara itu, yoga menempatkan keseimbangan pikiran dan tubuh sebagai tujuan utama. Pose-pose yoga umumnya ditahan lebih lama, sehingga membantu meningkatkan fleksibilitas, kesadaran tubuh, sekaligus ketenangan mental. Tak hanya soal fisik, yoga juga kerap dipadukan dengan latihan pernapasan mendalam dan meditasi, yang memberi efek relaksasi dan ketenangan batin. Unsur ini jarang ditemukan dalam pilates, yang lebih fokus pada kekuatan dan kontrol gerak.
Pilihan dan Variasi Gerakan
Dari segi variasi, yoga menawarkan pilihan yang jauh lebih beragam. Ada Vinyasa atau Power Yoga yang dinamis dan menguras energi, hingga Restorative Yoga yang menenangkan dan cocok untuk relaksasi. Setiap jenis yoga memiliki karakter dan manfaat yang berbeda, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh maupun tujuan latihan.
Pilates cenderung memiliki gerakan yang lebih terbatas dan terstruktur, namun justru itulah kekuatannya. Setiap gerakan pilates dirancang dengan presisi untuk melatih otot tertentu secara efektif. Meski terlihat sederhana, latihan pilates menuntut fokus tinggi dan kontrol tubuh yang baik.
Alat yang Digunakan
Perbedaan yoga dan pilates juga terlihat dari alat bantu yang digunakan saat latihan. Yoga dikenal lebih sederhana dan minim perlengkapan. Umumnya, Insertizen hanya membutuhkan matras yoga (yoga mat)sebagai alas agar tubuh lebih stabil dan aman saat melakukan berbagai pose. Matras ini berfungsi mencegah tangan atau kaki tergelincir sekaligus memberi kenyamanan selama latihan.
Pilates memang sekilas tampak mirip yoga, namun praktiknya cenderung lebih kompleks. Selain bisa dilakukan hanya dengan matras, pilates juga sering memanfaatkan berbagai alat tambahan. Mulai dari pilates ring, resistance band, pilates ball, hingga alat khusus seperti trapeze table. Penggunaan alat ini bertujuan untuk menambah tantangan, meningkatkan kekuatan otot, sekaligus membantu fleksibilitas tubuh sesuai kebutuhan latihan.
Intensitas Latihan dan Hasil yang Diperoleh
Dari segi intensitas, yoga umumnya bergerak dalam ritme yang lebih lambat. Banyak pose ditahan dalam durasi tertentu untuk melatih kelenturan, keseimbangan, sekaligus menenangkan pikiran. Efek relaksasi menjadi salah satu nilai utama yoga, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi stres dan meningkatkan kualitas pernapasan.
Sebaliknya, pilates dikenal memiliki intensitas latihan yang lebih tinggi. Gerakannya dilakukan secara berulang dan terkontrol dengan fokus utama pada otot inti. Karena itu, pilates sering dipilih oleh mereka yang ingin membentuk postur tubuh, meningkatkan kekuatan otot, dan mendapatkan hasil yang lebih cepat.
Manfaat Yoga dan Pilates
Baik yoga maupun pilates sama-sama menawarkan segudang manfaat bagi tubuh dan pikiran. Meski tujuannya berbeda, keduanya bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat untuk menunjang gaya hidup sehat jika dilakukan secara rutin dan konsisten.
Manfaat Pilates:
Menguatkan otot inti
Pilates dikenal fokus pada otot inti yang berfungsi menopang tubuh dan menjaga stabilitas saat bergerak. Otot inti yang kuat membantu aktivitas harian terasa lebih ringann
Memperbaiki postur tubuh
Gerakan pilates melatih keselarasan tubuh, kontrol gerak, serta keseimbangan otot, sehingga postur tubuh menjadi lebih tegak dan proporsional.
Mengurangi nyeri punggung
Latihan ini memperkuat otot perut yang bekerja sebagai penyangga tulang belakang, sehingga membantu mengurangi keluhan sakit punggung.
Menurunkan risiko cedera
Pilates melatih keseimbangan kekuatan dan kelenturan otot agar tidak terlalu kaku atau lemah, sehingga risiko cedera bisa ditekan.
Meningkatkan energi tubuh
Dengan otot inti yang lebih kuat, tubuh menjadi lebih bertenaga dan tidak mudah lelah saat beraktivitas.
Membantu meredakan stres
Fokus pada pernapasan dan kontrol gerakan membantu tubuh lebih rileks serta menurunkan tingkat stres.
Meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas
Gerakan berulang dengan teknik yang tepat membantu tubuh menjadi lebih lentur dan mudah bergerak.
Membentuk tubuh lebih ramping
Pilates melibatkan banyak otot kecil, sehingga efektif membantu membentuk tubuh dan memperhalus siluet tubuh.
Manfaat Yoga:
Meningkatkan fleksibilitas tubuh
Rangkaian pose yoga membantu meregangkan otot dan meningkatkan kelenturan serta rentang gerak.
Menguatkan otot secara alami
Banyak pose yoga mengandalkan berat tubuh sendiri, sehingga kekuatan otot terbangun tanpa tekanan berlebih.
Melatih keseimbangan dan koordinasi
Pose-pose keseimbangan membantu tubuh lebih stabil dan mengurangi risiko jatuh.
Meningkatkan fokus dan konsentrasi
Latihan pernapasan dan mindfulness dalam yoga membantu pikiran lebih tenang dan fokus.
Meredakan stres dan kecemasan
Kombinasi gerakan, pernapasan, dan meditasi membantu menenangkan pikiran serta emosi.
Meningkatkan kualitas tidur
Tubuh yang lebih rileks setelah yoga membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
Mana yang Lebih Baik, Yoga atau Pilates?
Pilihan antara yoga atau pilates bergantung pada tujuan latihan yang ingin dicapai. Jika Insertizen ingin memperkuat otot inti, memperbaiki postur, atau membantu pemulihan tubuh dan sendi, pilates bisa menjadi opsi yang tepat karena gerakannya lebih terstruktur dan fokus pada kekuatan fisik.
Sementara itu, yoga lebih cocok bagi Insertizen yang ingin meredakan stres, menenangkan pikiran, sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh. Keduanya juga bisa dikombinasikan agar manfaat yang didapat lebih seimbang, baik untuk kesehatan fisik maupun mental.
( Steffy Gracia/agn)
Tonton juga video berikut:

2 hours ago
2
















































