Studi Ungkap Orang Bertubuh Pendek Bisa Berumur Lebih Panjang, Ini Alasannya

4 hours ago 4

Jakarta -

Orang bertubuh pendek seringkali merasa kurang percaya diri karena merasa tinggi badannya tidak sesuai standar. Namun, orang dengan tinggi tubuh yang pendek justru diprediksi berumur lebih panjang.

Sebuah studi menemukan adanya korelasi antara tinggi tubuh dengan usia harapan hidup. Hal ini dipengaruhi oleh sebuah gen yang dikenal sebagai FOXO3 yang umumnya ditemukan pada manusia dan binatang. Gen ini dipercaya dapat mencegah penuaan dini.

Dilansir dari penelitian yang bertajuk FOXO3 - A Major Gene for Human Longevity, gen FOXO3 menyebabkan ukuran tubuh cenderung lebih kecil ketika baru lahir. Gen ini juga memengaruhi beberapa proses biologis di dalam tubuh, di antaranya meningkatkan daya kekebalan tubuh dari penyakit tertentu serta berperan dalam proses metabolisme tubuh.

Artikel ilmiah tersebut meneliti sejumlah pria dengan tubuh tinggi yang berbeda. Hasil studi menunjukkan bahwa pria dengan tinggi kurang dari 158 cm cenderung memiliki kadar insulin lebih rendah sehingga risiko terkena kanker pun lebih kecil. Dampaknya, peluang hidupnya jadi lebih lama. Sementara itu, pria dengan tinggi lebih dari 163 cm memiliki angka harapan hidup yang lebih pendek.


Sebelumnya, studi lain pada 2017 menunjukkan angka risiko kematian pada sejumlah mantan pemain basket profesional. Berdasarkan hasil studi tersebut, pemain basket dengan tinggi badan 5% teratas meninggal lebih dini dibandingkan pemain dengan tinggi 5% terbawah. Adapun faktor yang dipercaya memengaruhi harapan hidup mereka, di antaranya kesehatan, berat badan, rutinitas, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2012 juga menemukan hubungan antara tinggi badan dengan panjang umur seseorang. Studi ini meneliti tingkat kematian pria yang lahir pada rentang tahun 1866-1915 di suatu desa di Italia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria dengan tinggi lebih dari 160 cm meninggal dua tahun lebih cepat dibandingkan pria yang lebih pendek. Hal ini turut memperkuat studi FOXO3 - A Major Gene for Human Longevity yang menyebutkan manusia bertubuh di bawah 158 cm berumur lebih panjang.

Di samping itu, ada alasan logis mengapa individu bertubuh pendek dapat hidup lebih panjang. Orang pendek memiliki jumlah sel yang lebih sedikit sehingga tidak memerlukan banyak perbaikan sel seiring bertambahnya umur.

Meski ada keterkaitan, tinggi badan bukanlah faktor utama yang menentukan panjang usia seseorang. Banyak faktor yang dapat berpengaruh, seperti faktor psikologis, genetik, gaya hidup, dan lingkungan.

(Astrid Riyani Atmaja/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |