Jakarta -
Pasca momen lebaran, banyak orang yang mengalami gejala sakit, seperti batuk, pilek, hingga nyeri perut. Ternyata hal ini bisa terjadi karena momen lebaran biasanya dijadikan ajang berkumpul dengan keluarga besar serta kerabat.
Andi Khomeini Takdi Haruni, dokter spesialis penyakit dalam memberikan penjelasan mengapa usai lebaran banyak orang yang jatuh sakit. Ternyata, berkumpulnya orang dalam jumlah besar memicu penularan penyakit yang sangat mudah.
"Kalau yang pertama itu, gangguan kesehatan seperti flu atau batuk biasanya terjadi karena orang berkumpul dalam jumlah besar. Ketika ada satu orang yang sakit, penularannya jadi sangat mudah terjadi ke orang lain," jelas Andi dikutip dari Detikhealth, Selasa (24/3).
Selain itu, pola makan selama lebaran juga mempengaruhi kondisi kesehatan, khususnya pencernaan. Seperti diketahui, saat momen lebaran umat Muslim akan bersilaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat.
Tentu saja setiap bersilaturahmi akan disuguhi berbagai makanan untuk dicicipi. Berbagai menu menjadi santapan saat bersilaturahmi di momen lebaran.
Ternyata mengonsumsi berbagai macam menu makanan saat lebaran bisa memicu masalah pencernaan.
"Orang biasanya mencoba banyak menu, icip sana-sini, mampir dari satu rumah ke rumah lain. Sumber makanannya jadi banyak, dan meskipun sebagian besar aman, bisa saja ada satu atau dua makanan yang kebetulan kurang cocok atau kualitasnya menurun," jelas Andi.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI di posko mudik, hingga 23 Maret 2026, tercatat tiga penyakit yang banyak dikeluhkan para pemudik, yakni hipertensi, gastritis, dan chepalgia.
Sekedar informasi, gastritis merupakan peradangan, iritasi, atau pengikisan pada lapisan dinding lambung (mukosa). Hal ini menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual, muntah, dan perut kembung.
Gastritis biasanya dipicu oleh infeksi bakteri H. pylori, penggunaan obat pereda nyeri (OAINS) jangka panjang, gaya hidup tidak sehat (alkohol/merokok), dan stres.
Sementara cephalgia adalah sakit kepala atau nyeri yang dirasakan pada bagian kepala, kulit kepala, wajah, hingga leher. Kondisi ini bisa berupa nyeri ringan hingga berat, yang terbagi menjadi tipe primer (seperti migrain atau tegang) maupun sekunder akibat penyakit lain, seringkali disebabkan oleh stres, kelelahan, atau gangguan fisik.
(kpr/kpr)
Loading ...

4 hours ago
8















































