Jakarta -
Kebiasaan scroll tanpa henti di media sosial seperti Instagram dan TikTok ternyata bukan sekadar hiburan biasa. Di balik video pendek yang terus muncul, ada dampak serius terhadap cara kerja otak.
Saat ini, konsumsi konten digital sudah sangat tinggi. Dalam satu menit, ratusan juta video pendek diputar di berbagai platform. Kebiasaan ini perlahan mengubah cara kita fokus.
Akibatnya, banyak orang mulai merasa sulit berkonsentrasi, cepat bosan, bahkan gelisah jika tidak membuka ponsel dalam beberapa menit.
Fenomena ini dikenal dengan istilah 'popcorn brain', yang dijelaskan oleh dokter Harvard sekaligus pakar stres, Aditi Nerurkar, dalam bukunya The 5 Resets.
Popcorn brain bukanlah penyakit medis, melainkan kondisi ketika otak terbiasa menerima rangsangan cepat dan terus-menerus dari ponsel dan media sosial. Otak jadi seperti meletup tanpa henti-cepat, singkat, dan sulit berhenti.
"Kondisi ini membuat seseorang kesulitan berhenti menatap layar, sulit melambatkan pikiran, makin terikat pada notifikasi hingga gampang stres dan sulit produktif," kata Nerurkar.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh David Levy pada 2011. Ia menggambarkan kebiasaan orang modern yang terus mengecek berita dan media sosial berkali-kali dalam hitungan menit.
Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini masih bisa diatasi. Nerurkar membagikan beberapa cara sederhana untuk membantu otak kembali lebih tenang:
1. Batasi waktu scroll
Gunakan ponsel hanya untuk hal penting seperti telepon, pesan, atau email. Kamu juga bisa pakai timer agar lebih disiplin.
2. Matikan notifikasi
Notifikasi sering jadi pemicu utama kita membuka ponsel tanpa alasan jelas.
3. Jauhkan ponsel dari area kerja
Coba letakkan ponsel minimal tiga meter dari tempat kerja agar tidak mudah tergoda. Kebiasaan ini juga baik diterapkan saat sedang bersama keluarga.
4. Jangan taruh ponsel di dekat tempat tidur
Ponsel yang terlalu dekat bikin kita tergoda untuk mengecek sebelum tidur atau saat baru bangun.
Nerurkar mengakui, mengubah kebiasaan ini memang tidak mudah. Ia menyarankan menyiapkan aktivitas pengganti saat ingin mengambil ponsel, seperti membaca buku, menulis, bermain fidget toy, atau sekadar berjalan sebentar.
"Melatih ulang otak dan menahan dorongan primitif untuk terus scroll itu usaha besar," katanya.
"Tapi seiring waktu, stres Anda akan berkurang karena Anda yang menentukan apa yang mendapat perhatian Anda, bukan perangkat di tangan Anda," tambahnya.
(yoa/fik)
Loading ...

9 hours ago
8
















































