Jakarta -
Di tengah gemuruh kemenangan balap kelas dunia, sorotan justru jatuh pada sosok di balik layar bernama Zhang Xue.
Pria yang dulunya hanya mekanik desa ini kini sukses mencuri perhatian dunia setelah motornya membawa kemenangan bersejarah di FIM Supersport World Championship 2026.
Bukan sekadar kemenangan biasa, ini adalah momen yang mengubah peta persaingan balap motor global.
Kemenangan tersebut diraih oleh pembalap Prancis, Valentin Debise, yang tampil luar biasa di seri Portugal.
Mengendarai ZXMOTO 820RR-RS, Debise sukses menyapu bersih Race 1 dan Race 2.
Pada balapan pertama, ia melesat dari posisi kedua dan menang dominan dengan selisih lebih dari tiga detik.
Sementara di Race 2, meski sempat turun posisi, Debise mampu bangkit berkat akselerasi impresif motornya hingga kembali finis di posisi terdepan.
Kemenangan ini terasa spesial karena ZXMOTO baru menjalani balapan ketiga dan keempat mereka di ajang ini-langsung menang.
Ajang WorldSSP selama ini dikenal sebagai wilayah kekuasaan pabrikan besar seperti Ducati, Yamaha, Kawasaki, dan Honda.
Namun, ZXMOTO datang sebagai penantang baru dan langsung mematahkan dominasi tersebut.
Mereka menjadi pabrikan asal Tiongkok pertama yang mampu meraih kemenangan di WorldSSP.
Perjalanan Zhang Xue jauh dari kata instan. Ia memulai karier sebagai mekanik di desa pegunungan Hunan pada usia 17 tahun.
Dengan keterbatasan yang ada, ia tetap memupuk mimpi menjadi pembalap. Alih-alih menyerah, ia justru melihat keterbatasan sebagai peluang.
"Terlalu banyak pilihan justru membuat bingung," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip dari media lokal, Kamis (9/4).
Ambisinya semakin terlihat saat usia 19 tahun, ketika ia nekat mengejar kru televisi selama berjam-jam di tengah hujan demi menunjukkan kemampuan stunt riding. Meski berkali-kali terjatuh, ia tetap bangkit.
"Keahlian datang dari jatuh. Rasa sakit ini bukan apa-apa," ujarnya.
Momen itu menjadi titik balik yang membuka jalannya ke dunia balap profesional.
Karier sebagai pembalap tak bertahan lama karena kendala finansial. Zhang kemudian beralih menjadi engineer dan pindah ke Chongqing pada 2013, kota yang dikenal sebagai pusat industri sepeda motor di Tiongkok.
Di sana, ia membangun reputasi melalui modifikasi motor sebelum akhirnya mendirikan KOVOMOTO pada 2017. Namun, perbedaan visi membuatnya memilih keluar dan memulai dari nol lagi.
Pada 2024, ia mendirikan ZXMOTO (Zhang Xue Motorcycles). Menariknya, ia mengaku memang hanya senang membuat motor.
"Saya hanya suka membuat motor," ungkapnya.
Saat kemenangan di Portugal diraih, Zhang terlihat emosional dalam acara nonton bareng di Chongqing.
Air mata bahagia tak bisa ia tahan-sebuah simbol dari perjalanan panjang yang penuh jatuh bangun.
Dari seorang mekanik desa, menjadi engineer, hingga pendiri brand yang kini mencatat sejarah di panggung dunia-kisah Zhang Xue bukan hanya tentang balapan.
Ini tentang keberanian untuk tetap melaju, bahkan ketika jalan terasa mustahil.
Pada akhirnya, cerita ini meninggalkan satu pesan kuat yakni mimpi besar tidak selalu lahir dari tempat besar. Kadang, justru dimulai dari bengkel kecil di desa, dan keberanian untuk tidak menyerah.
(ikh/ikh)
Loading ...

6 hours ago
10
















































