10 Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Itikaf di Masjid

4 hours ago 2

Jakarta -

Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, banyak umat muslim yang melakukan itikaf di masjid.

Itikaf sangat dianjurkan bagi umat muslim karena akan bernilai pahala yang besar jika dilaksanakan.

Ibadah itikaf dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dalam jangka waktu tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selain berdiam diri, pelaksanaan itikaf juga dibarengi dengan amalan bermanfaat lainnya, seperti berzikir, salat sunah, dan membaca Al-Quran.


Dengan memperbanyak amalan tersebut, manfaat yang didapat juga akan semakin besar.

Lantas, apa saja amalan yang bisa dilakukan saat itikaf di Masjid? Berikut 10 amalan saat itikaf.

1. Salat Tahajud

Ketika melaksanakan itikaf, sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah salat sunah. Dalam Islam, ada berbagai salat sunah yang bisa dilakukan, salah satunya salat Tahajud.

Salat Tahajud sendiri dilaksanakan pada malam hari, tepatnya setelah salat Isya hingga terbitnya fajar. Dengan waktu tersebut, salat Tahajud dapat dilaksanakan secara bersamaan dengan itikaf yang juga dilakukan pada malam hari.

Anjuran untuk memperbanyak salat sunah juga tercantum dalam sabda Rasulullah saw. berikut ini:

"Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud kepada Allah, Dia akan mengangkat derajatmu satu tingkat dan menghapus satu dosa darimu." (HR. Muslim)

2. Salat Witir

Ibadah sunah lainnya yang dilaksanakan pada malam hari adalah salat Witir. Salat Witir dikerjakan sebagai penutup ibadah malam dengan jumlah rakaat ganjil, dari 1 hingga 11 rakaat. Ibadah sunah ini juga sering dilakukan Rasulullah saw.

Mengingat waktu pelaksanaannya yang juga malam hari, salat Witir dapat menjadi ibadah sunah yang diamalkan ketika itikaf. Dengan begitu, pahala yang didapat juga akan berlipatganda.

3. Salat Rawatib

Salat Rawatib adalah salat sunah yang mengiringi salat wajib, baik sebelumnya (Qabliyah) maupun sesudahnya (Ba'diyah). Ibadah ini bertujuan untuk menyempurnakan salat wajib, khususnya salat Isya yang dilaksanakan ketika hendak memulai itikaf.

4. Membaca dan Merenungi Al-Quran

Membaca, menghafal, dan merenungi ayat Al-Quran termasuk amalan utama ketika itikaf. Keutamaan membaca Al-Quran sendiri juga termaktub dalam sabda Rasulullah saw., sebagaimana yang diriwayatkan pada hadis riwayat Bukhari berikut:

"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

5. Berzikir

Berzikir merupakan salah satu amalan agar umat muslim tetap mengingat Allah Swt. setiap detiknya. Di tengah kehidupan yang penuh godaan maksiat, umat muslim dianjurkan untuk senantiasa berzikir agar hatinya tetap suci dan mengingat kebesaran Allah Swt.

Maka dari itu, berzikir akan lebih mustajab bila diamalkan ketika itikaf. Beberapa kalimat zikir yang dianjurkan, antara lain Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, dan Astaghfirullah. Kalimat zikir tersebut dapat dibaca sebanyak 33 kali.

6. Memperbanyak Doa

Umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa sebanyak-banyaknya kepada Allah pada malam Lailatul Qadar yang jatuh di antara 10 malam terakhir bulan Ramadan. Doa-doa tersebut juga bisa dipanjatkan ketika melaksanakan itikaf untuk meraih kemuliaan dan keridaan Allah Swt.

Berikut doa-doa yang dianjurkan ketika itikaf:

Doa Malam lailatul Qadar berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."

Doa Malam Lailatul Qadar Kedua

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."

7. Muhasabah dan Memperbaiki Diri

Ketika berdiam diri di masjid, umat muslim juga dapat merenungi amal perbuatannya sekaligus bermuhasabah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan ini merupakan upaya refleksi yang dapat menjadi langkah awal dari proses taubat.

Anjuran untuk bermuhasabah diri juga termaktub dalam Al-Quran surat Al-Hasyr ayat 18 sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

8. Menjaga Perbuatan dan Lisan

Itikaf tidak hanya sekadar berdiam diri di masjid, tetapi juga menjaga perbuatan dan perkataan. Menjaga perbuatan dan perkataan di sini artinya memastikan setiap tindakan kita sesuai dengan syariat Islam. Setiap hal kecil yang umat muslim lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

9. Menjauhi Perbuatan Tidak Bermanfaat

Selain menjaga sikap, umat muslim juga dianjurkan untuk menjauhi perbuatan yang tidak bermanfaat untuk menjaga kekhusyukan ibadah. Perbuatan tersebut termasuk ghibah (gosip), terlalu banyak berbincang, dan bermain ponsel.

Umat muslim dianjurkan untuk fokus pada ibadah itikaf supaya merasakan ketenangan batin dan keutamaan dari ibadah itikaf itu sendiri.

10. Memperdalam Ilmu Agama

Ajaran Islam sangat kaya dan luas untuk dipelajari. Waktu itikaf dapat dimanfaatkan untuk memperdalam ajaran Islam dengan membaca buku-buku islami yang mencakup akidah, syariah, akhlak, hingga sejarah. Amalan ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan serta memperbaiki akhlak agar mencapai kebahagiaan dunia serta akhirat.

(Astrid Riyani Atmaja/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |