5 Gereja Bersejarah di Indonesia dengan Arsitektur Megah, Cocok Dikunjungi Saat Libur Nasional

4 hours ago 2

5 Gereja Bersejarah di Indonesia dengan Arsitektur Megah, Cocok Dikunjungi Saat Libur Nasional

Libur nasional sering dimanfaatkan banyak orang untuk beristirahat sekaligus mengunjungi tempat-tempat menarik bersama keluarga. Tidak melulu pusat hiburan atau destinasi alam, wisata religi juga jadi pilihan yang cukup diminati karena menawarkan suasana tenang sekaligus pengalaman bersejarah yang berbeda. Salah satu yang kerap mencuri perhatian adalah deretan gereja tua di Indonesia yang masih berdiri megah hingga sekarang.

Menariknya, beberapa gereja bersejarah di Indonesia tidak hanya dikenal sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki arsitektur klasik yang ikonik dan penuh cerita panjang. Mulai dari yang bergaya Eropa klasik, perpaduan budaya lokal, sampai interior megah, berikut deretan gereja bersejarah di Indonesia dengan arsitektur megah yang cocok masuk wishlist perjalanan Insertizen.

1. Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat

Gereja Katedral Jakarta jadi salah satu bangunan religi paling ikonik di Indonesia. Gereja yang memiliki nama resmi Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga ini sudah berdiri sejak tahun 1901 dan menjadi pusat Keuskupan Agung Jakarta. Lokasinya yang tepat berada di seberang Masjid Istiqlal juga sering disebut sebagai simbol toleransi beragama di Indonesia.

Dari sisi arsitektur, gereja ini memiliki gaya Neo-Gotik khas Eropa yang langsung mencuri perhatian lewat menara tinggi, jendela kaca patri, serta detail interior kayu yang megah. Suasana di dalamnya terasa tenang dan klasik, apalagi saat cahaya matahari masuk melalui kaca-kaca besar berwarna. Selain beribadah, banyak wisatawan datang untuk menikmati arsitekturnya sekaligus mengunjungi museum kecil yang berada di area balkon gereja.


2. Gereja Blenduk

Jika berbicara soal ikon Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk atau GPIB Immanuel Semarang hampir selalu masuk dalam daftar ini. Gereja Protestan tertua di Jawa Tengah ini dibangun pada tahun 1753 dan masih berdiri kokoh hingga sekarang. Nama 'Blenduk' berasal dari bentuk kubah besarnya yang menggelembung atau 'mblenduk' dalam bahasa Jawa.

Bangunan gereja ini memadukan gaya Neoklasik dan Baroque dengan dominasi warna putih yang membuat tampilannya terlihat elegan dan timeless. Interiornya juga masih mempertahankan nuansa klasik lengkap dengan kursi kayu tua, organ pipa besar, dan lampu gantung antik. Karena berada di kawasan Kota Lama, banyak pengunjung sekalian berburu foto dan menikmati suasana heritage khas Semarang setelah mampir ke gereja ini.

3. Graha Maria Annai Velangkanni

Berbeda dari gereja pada umumnya, Graha Maria Annai Velangkanni di Medan justru langsung menarik perhatian lewat bentuk bangunannya yang menyerupai kuil India. Gereja Katolik ini diresmikan pada tahun 2005.

Arsitekturnya mengusung gaya Indo-Mogul dengan dominasi warna-warna cerah serta ornamen detail yang sangat artistik. Mulai dari ukiran, patung, sampai bentuk menaranya terlihat unik dan berbeda dari gereja lain di Indonesia. Tidak heran kalau tempat ini sering jadi tujuan wisata religi sekaligus spot foto favorit wisatawan yang datang ke Medan karena tampilannya memang sangat mencolok dan megah.

4. Gereja Katolik Palasari

Di tengah nuansa Bali yang identik dengan budaya Hindu, ada Gereja Katolik Palasari yang hadir dengan perpaduan budaya yang unik. Gereja yang diresmikan pada tahun 1940 ini menjadi pusat komunitas Katolik di Bali Barat dan dikenal karena arsitekturnya yang memadukan gaya Gotik Eropa dengan sentuhan tradisional Bali.

Hal tersebut terlihat dari bentuk bangunan gereja yang megah tetapi tetap memiliki ornamen khas Bali, termasuk area pintu masuk menyerupai candi bentar. Suasana di sekitar gereja juga terasa sangat tenang karena berada di kawasan pedesaan yang asri. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga menikmati suasana damai dan arsitektur yang terasa berbeda dari gereja lain di Indonesia.

5. Gereja Puhsarang

Gereja Puhsarang di Kediri menjadi salah satu destinasi wisata rohani yang cukup terkenal di Jawa Timur. Gereja ini dibangun pada tahun 1936 oleh Pastor Jan Wolters CM bersama arsitek ternama Henricus Maclaine Pont yang juga dikenal lewat karya-karya arsitektur bersejarah lainnya di Indonesia.

Keunikan Gereja Puhsarang terletak pada desainnya yang menggabungkan budaya Jawa dan Katolik secara harmonis. Bentuk atapnya dibuat menyerupai rumah joglo dengan material batu alam yang membuat suasananya terasa hangat dan menyatu dengan alam sekitar. Area Gua Maria di kompleks gereja juga sering menjadi tempat refleksi dan doa bagi peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Selain memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang menarik, gereja-gereja tersebut sampai sekarang juga masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah. Karena itu, pengunjung tetap diharapkan menjaga ketenangan dan mematuhi aturan selama berada di area gereja agar suasana tetap nyaman untuk semua orang.

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |