Jakarta -
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat teknologi pemalsuan identitas semakin sulit dikenali. Jika dulu penipuan digital umumnya mengandalkan pesan singkat atau telepon dari nomor tak dikenal, kini pelaku kejahatan dapat memanfaatkan AI untuk meniru wajah, suara, hingga ekspresi seseorang secara sangat meyakinkan melalui teknologi deepfake dan voice cloning.
Kemajuan teknologi ini memang membawa banyak manfaat, tetapi juga membuka peluang baru bagi para pelaku scam. Hanya dengan potongan video atau rekaman suara yang diambil dari media sosial, AI dapat menghasilkan tiruan suara yang sangat mirip dengan aslinya. Bahkan, beberapa sistem hanya membutuhkan sampel suara beberapa detik untuk membuat kloning suara yang meyakinkan.
Ancaman ini semakin serius karena manusia tidak selalu mampu membedakan suara asli dengan suara hasil rekayasa AI. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2026 menemukan banyak peserta gagal mengenali perbedaan keduanya dalam simulasi penipuan melalui telepon.
Pelaku biasanya memanfaatkan kepanikan korban dengan mengaku sebagai anggota keluarga, teman dekat, atasan, atau petugas layanan pelanggan. Korban sering diberi informasi bahwa akun mereka diretas, ada transaksi mencurigakan, atau anggota keluarga mengalami keadaan darurat yang membutuhkan bantuan dana secepatnya.
Tak hanya melalui telepon, teknologi deepfake juga memungkinkan pelaku membuat video yang menampilkan wajah seseorang seolah-olah sedang berbicara secara langsung. Hal ini membuat penipuan semakin sulit dikenali.
Para ahli keamanan digital menyarankan masyarakat untuk tidak langsung percaya pada suara atau wajah yang muncul dalam panggilan telepon maupun video call. Jika menerima telepon mencurigakan, lakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain, seperti menghubungi nomor yang sudah tersimpan atau melakukan panggilan balik.
Selain itu, jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi kepada pihak yang menghubungi secara tiba-tiba. Di era AI saat ini, melihat wajah atau mendengar suara seseorang tidak lagi cukup untuk membuktikan identitasnya.
Melalui permasalahan tersebut maka penting untuk menggunakan verifikasi berlapis dan kewaspadaan menjadi cara terbaik untuk menghindari berbagai modus scam digital yang terus berkembang.
(dis/dis)
Loading ...

5 hours ago
1
















































