Cerita The Rolling Stones Ajak Robert Smith-Paul McCartney Main di Album Foreign Tongues

5 hours ago 4

Jakarta -

The Rolling Stones baru saja mengenalkan album barunya yang berjudul Foreign Tongues di New York.

Dalam perbincangan bersama Conan O'Brien, tiga personel The Rolling Stones yang masih tersisa yakni Mick Jagger, Keith Richards, dan Ronnie Wood, membahas perihal album baru tersebut.

Salah satu topik dalam pembahasan itu soal kontribusi terakhir mendiang Charlie Watts drummer The Rolling Stones di album itu.

Tak hanya itu, ada juga pembahasan mengenai kolaborasi bersama Robert Smith (The Cure) dan Paul McCartney (The Beatles), hingga Chad Smith (Red Hot Chili Peppers).


O'Brien lantas memuji dan penasaran bagaimana kualitas vokal Jagger terdengar membaik selama bertahun-tahun.

"Saya banyak mengonsumsi narkoba pada tahun 1968, saya tidak mengonsumsi itu di album ini," jawab Jagger bercanda.

Berkarya selama lebih dari 6 dekade membuat The Rolling Stones tak pernah berhenti mengeksplorasi beragam musik.

Hal itu pula yang mereka lakukan untuk album baru ini hingga terdengar kaya akan musik.

"Saya menyukai tantangan. Itulah inti dari album ini, tantangan untuk meningkatkan standar. Kami selalu ambisius," kata Jagger.

"Hal yang menarik dari album ini adalah, Anda mungkin berkata, 'Kalian tidak perlu membuktikan apa pun,' tetapi The Stones adalah band rock, namun The Stones juga memiliki kemampuan untuk membuat balada, musik country, dan musik dansa, mereka mencakup berbagai gaya tersebut. Kami tidak terpaku pada satu gaya tertentu; selama bertahun-tahun, kami menyukai semua jenis musik. Jadi, kami mengekspresikannya dalam cara kami merekam dan lagu-lagu yang kami tulis," sambungnya.

Band asal London ini kemudian berbicara mengenai kolaborasi bersama Paul McCartney (The Beatles).

Siapa sangka, kolaborasi bersama The Rolling Stones merupakan hal yang sudah lama diidam-idamkan Paul sejak lama.

"Kami melakukan sesi rekaman dengan Paul untuk album terakhir, dan ini adalah salah satu lagu dari sesi tersebut, Paul benar-benar ingin langsung terlibat. Dia berada di studio sebelah," kata Jagger.

"Paul hanya ingin bermain dengan band, dia ingin mencentang kotak itu. Dia seperti, 'Akhirnya, aku bisa bilang aku pernah bermain dengan The Rolling Stones'," sahut Wood.

Selain itu, The Rolling Stones juga membahas bagaimana bisa mengajak Robert Smith (The Cure) berkolaborasi di album baru ini.

Rupanya, Robert Smith belum pernah bertemu sama sekali dengan para personel The Rolling Stones selama ini.

"Dia berdiri di sana membelakangi saya dengan gaun panjang, dan ketika dia berbalik, seluruh tubuhnya dipenuhi lipstik. Saya berkata, 'Saya belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, Anda Robert Smith dari The Cure'. Dan dia berkata, 'Ya, kita belum pernah bertemu'. dan saya berkata, 'Selagi Anda di sini, sebaiknya Anda pergi dan melakukan sesuatu'. Begitulah cara kerja kolaborasi terkadang," ujar Jagger tersenyum.

Dalam sesi akhir perbincangan, The Rolling Stones mengungkapkan bagaimana mereka sangat bersenang-senang selama proses penggarapan album 'Foreign Tongues'.

"Kami bersenang-senang hampir sepanjang waktu. Seringkali, Anda harus berkonsentrasi dan memanfaatkan lima menit itu sebaik mungkin. Ini sangat menyenangkan, tetapi juga membutuhkan konsentrasi tinggi," kata Jagger.

"Kami memang sangat bersenang-senang. Ini bukan proses yang panjang dan bertele-tele. Empat minggu adalah empat minggu. Dulu kami menghabiskan berbulan-bulan di studio dan tidak pernah meninggalkannya," tutupnya.

Rencananya album ke-25 The Rolling Stones ini akan dirilis pada 10 Juli 2026.

(ikh/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |