Chris Hemsworth Lebih Menghargai Waktu Usai Ayahnya Divonis Alzheimer

5 hours ago 3

Jakarta -

Aktor Hollywood Chris Hemsworth mengaku mengalami perubahan besar dalam cara pandangnya memaknai hidup setelah sang ayah, Craig Hemsworth, didiagnosis mengidap Alzheimer.

Kondisi tersebut tidak hanya mengguncang keluarganya secara emosional, tetapi juga membuat bintang Thor itu lebih sadar bahwa hidup dapat berubah sewaktu-waktu.

Dalam wawancara terbarunya, Chris mengungkap bahwa mendampingi ayahnya menghadapi penyakit neurodegeneratif tersebut membuatnya berhenti sejenak dan melihat kehidupan dengan perspektif yang berbeda.

Ia menyadari bahwa banyak hal yang selama ini terasa pasti, ternyata sangat rapuh.


"Hal itu membuat saya lebih sadar bahwa banyak hal dalam hidup ini sangat rapuh," ujar Chris Hemsworth.

Kesadaran itu, menurut Chris, muncul seiring ia menerima kenyataan bahwa waktu terus berjalan dan tidak bisa diulang.

Selama bertahun-tahun, Chris Hemsworth dikenal sebagai aktor dengan jadwal kerja yang padat dan hampir tanpa jeda.

Namun, diagnosis Alzheimer yang dialami ayahnya membuat ia mulai mempertanyakan dorongan untuk terus bergerak tanpa henti di dunia hiburan.

Ia mengakui bahwa kini cara pandangnya terhadap kesuksesan dan ambisi mulai berubah.

"Anda jadi benar-benar sadar betapa cepatnya hidup bisa berubah, dan betapa pentingnya untuk hadir sepenuhnya di setiap momen," kata Chris.

Bagi Chris, pencapaian karier tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan hidup.

Chris juga menyinggung bagaimana kondisi ayahnya membuat ia semakin menyadari proses menua yang dialami orang tuanya, sekaligus pertumbuhan cepat anak-anaknya. Ia menyebut tidak ada tombol jeda dalam kehidupan.

"Orang tua saya semakin menua, anak-anak saya tumbuh besar, dan semuanya terasa berjalan begitu cepat," ungkapnya.

Kesadaran tersebut membuat Chris lebih menghargai waktu bersama keluarga, termasuk momen-momen sederhana yang sebelumnya kerap terlewat karena kesibukan pekerjaan.

Sebagai bentuk refleksi pribadi, Chris Hemsworth terlibat dalam dokumenter berjudul A Roadtrip to Remember.

Dokumenter ini merekam perjalanan emosional keluarganya dalam menghadapi Alzheimer, termasuk upaya menjalani terapi memori atau reminiscence therapy bersama sang ayah.

Chris menyebut proyek tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan ungkapan kasih sayang yang sangat personal.

"Dokumenter ini bisa dibilang sebagai surat cinta saya untuk ayah saya," ujarnya.

Ia berharap dokumenter tersebut dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang Alzheimer, penyakit yang masih sering diselimuti stigma dan jarang dibicarakan secara terbuka.

Chris Hemsworth juga mengakui sempat merasa ragu untuk membagikan kisah ini ke publik.

Sebagai aktor film laga dengan citra kuat, ia khawatir keterbukaan emosional tersebut akan mempengaruhi cara orang memandang dirinya. Namun, ia akhirnya memilih untuk jujur.

"Saya sempat khawatir bagaimana cerita ini akan dipersepsikan, tetapi rasanya jauh lebih penting untuk menyampaikannya," kata Chris.

Kini, Chris Hemsworth menjalani hidup dengan kesadaran baru. Bukan tentang melambat sepenuhnya, melainkan tentang hadir secara utuh dan menghargai setiap momen bersama orang-orang terdekat, sebelum waktu benar-benar berlalu.

(ikh/fik)

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |