Erin Wartia Ungkap Bukti dan Bantah Tuduhan Penganiayaan, Bongkar Kelakuan Buruk ART di Rumah

17 hours ago 7

Jakarta -

Rien Wartia Trigina atau Erin menyampaikan klarifikasi dan membantah dengan tegas terkait tuduhan melakukan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART).

Dalam konferensi yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, pada Selasa (5/5), Erin menyampaikan sejumlah bukti terkait permasalahan tersebut.

Erin pun memperlihatkan bukti-bukti berupa tangkapan layar, menunjukkan bagaimana aksi kurang menyenangkan ART yang kerap mendokumentasikan berbagai hal di kediamannya.

Mantan istri Andre Taulany ini berujar bahwa ART kerap merekam banyak hal seperti kegiatan anak-anak Erin, kondisi interior rumah, mulai dari area kolam renang hingga foto-foto pribadi, lalu detail kendaraan dan plat nomor milik keluarga, hingga mengenakan baju milik anak perempuan Erin tanpa izin.


Hal-hal tersebut dianggap jadi membuat anak-anak Erin seperti Dio dan Kenzy jadi merasa sangat terganggu karena privasi kamar mereka ikut direkam oleh ART tersebut.

Erin kemudian dengan tegas menyampaikan bantahan terkait tudingan melakukan penganiayaan terhadap ART.

"Tidak benar sama sekali (dugaan penganiayaan terhadap ART), saya punya bukti CCTV-nya," ungkap Erin di Senayan, Jakarta, Selasa (5/5).

"Tidak ada itu (penganiayaan terhadap ART), saya bicara dengan percaya diri," sambungnya.

Perempuan berusia 40 tahun itu mengaku punya bukti-bukti yang memperkuat bantahannya terkait tudingan penganiayaan terhadap ART.

"Saya bisa buktikan, ya saya ikuti proses hukum, saya punya buktinya semua CCTV isi satu rumah, total ada 14 video," kata Erin.

Erin lantas mengaku baru memperkerjakan ART itu selama 3 minggu. Ia mendapatkan koneksi untuk memakai jasa ART itu berdasarkan referensi temannya.

"Baru (memakai jasa ART), ya baru 3 minggu, dan itu referensi dari teman saya padahal itu," kata Erin.

Sayangnya, cara kerja ART tersebut tak sebagus ekspektasi Erin. Ia pun menyampaikan sejumlah contoh terkait bagaimana kinerja buruk ART tersebut.

"Ada banyaklah (keluhan Erin soal kerja ART), kayak misalnya baju dan seprai kasur yang sampai 2 minggu nggak dicuci, saya tanya 'ini kemana seprai? Kok belum dicuci?', dia jawab 'oh iya ini saya belum kerjain, masih ditumpuk', jadi udah banyaklah keluhan," ujar Erin.

"dan saya punya bukti-bukti video seperti apa kerjaan dia di rumah," sambungnya.

Bahkan, Erin berujar sudah menyampaikan keluhan terhadap yayasan penyalur ART tersebut. Ia mengaku sudah meminta ART pengganti baru dengan kinerja yang lebih baik.

"Saya ada chat-nya semua (komunikasi dengan yayasan penyalur ART tersebut), pokoknya saya udah komplain, jadi saya pengin ganti dengan ART yang lebih baik lagi kerjaannya, karena perjanjiannya kalau memang cocok boleh diganti," ungkap Erin.

"Ya jadi trauma kalau kayak gini (punya ART yang tidak becus kerja)," lanjutnya.

Sementara, Sunan Kalijaga, sebagai penasihat hukum, menyampaikan pernyataan yang menekankan soal pentingnya bicara berdasarkan fakta berlandaskan hukum.

Pasalnya, setiap pernyataan menyudutkan yang tak memiliki bukti-bukti kuat, serta berpotensi jadi tuduhan liar, tentu saja memiliki konsekuensi hukum.

"Saya sampaikan selaku penasihat hukum Erin, memang kalau Erin punya bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus ini (bantahan terhadap tuduhan penganiayaan ART), ya kita juga harus menyampaikan klarifikasi, karena itu adalah hak, nggak bisa orang serta-merta bicara sembarangan, kita bicara semua orang punya hak yang sama di mata hukum," kata Sunan Kalijaga.

"Anda (ART) menyampaikan dipukul, ditendang, diancam pisau, ya silakan anda buktikan di proses penyidikan atau di proses hukum. Begitu juga klien kami, klien kami menyampaikan (klarifikasi) apa yang dia rasakan tidak pantas, tidak baik, tidak sopan, bahkan yang membahayakan keluarganya, sudah dibuktikan tadi. Jadi silakan bicara, tapi hati-hati, ketika kalian tidak bisa membuktikan, maka akan ada konsekuensi hukum," tutupnya.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |