Gisel Ungkap Momen Haru dan Kebingungan Gempi Perdana Ikut Acara Pemakaman Batak

6 hours ago 10

Jakarta -

Duka tengah menyelimuti keluarga Gisella Anastasia setelah kepergian sosok opung yang mereka cintai.

Di balik kesedihan tersebut, Gisel mengaku keluarganya juga merasakan kelegaan karena sang opung tidak lagi menanggung rasa sakit dan dipercaya telah kembali ke rumah Bapa di surga.

Melalui unggahan di Instagram pada Rabu (3/6), Gisel membagikan refleksi mendalam mengenai momen perpisahan tersebut.

Ia menggambarkan suasana yang penuh emosi, mulai dari kesedihan, rasa syukur, hingga kebersamaan keluarga besar yang hadir mengantar kepergian orang tercinta.


"Hari yg rasanya campur aduk... Tidak lepas dari duka kehilangan orang yg kami sayangi yg punya segudang kebaikan untuk diingat, namun jg sedikit kelegaan karena Opung sudah gak sakit lagi dan kami percaya Opung sdh berbahagia pulang ke rumah Bapa di surga," ungkap Gisel.

Dalam kesempatan itu, Gisel juga menjelaskan makna adat Batak yang dijalani keluarganya.

Menurutnya, kepergian seseorang yang berpulang dalam status saur matua tidak hanya disertai tangisan, tetapi juga ungkapan syukur karena telah menyelesaikan perjalanan hidup dengan melihat anak, cucu, hingga keluarga besarnya bertumbuh.

"Di tengah dukacita ini, kami juga belajar memaknai adat tradisi kami, dimana saat seseorang berpulang dalam status saur matua, keluarga tidak hanya menangis, tapi juga mengucap syukur. Syukur karena Opung sudah menuntaskan 'tugasnya' di dunia - melihat anak, cucu, dan keluarga besarnya bertumbuh lengkap dalam kasih," ujarnya.

[Gambas:Instagram]

Suasana pemakaman pun diwarnai doa, pelukan, tangisan, hingga tortor yang menjadi bagian dari tradisi adat Batak.

Bagi Gisel, semua itu bukan berarti keluarga tidak berduka, melainkan bentuk penghormatan terakhir yang sarat makna.

"Mungkin itu sebabnya hari ini dipenuhi doa, pelukan, tangisan, sekaligus tortor dan kebersamaan keluarga. Bukan karena kami tidak berduka, tapi karena cinta dan penghormatan terakhir itu dirayakan dengan penuh makna," katanya.

Gisel mengaku keluarga akan selalu mengenang pesan hidup yang selama ini dipegang sang opung.

"Akan selalu kami ingat pung slogan hidup Opung 'Indah pada waktunya'," ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepada keluarganya selama masa berduka.

"Terima kasih untuk setiap doa dan kasih yang mengiringi perjalanan terakhir Opung," ungkapnya.

Menariknya, di tengah prosesi adat yang berlangsung panjang, perhatian Gisel juga tertuju kepada putrinya, Gempita Nora Marten.

Menurut Gisel, ini menjadi pengalaman pertama Gempi terlibat secara penuh dalam rangkaian adat Batak.

Ia melihat putrinya sempat kebingungan menghadapi suasana yang tidak biasa. Gempi harus memahami mengapa sebuah acara yang penuh kesedihan justru diiringi musik dan tarian adat.

"Kayaknya ini pertama kali Gempi bener2 terlibat dlm adat Batak agak panjang.. gemes liat dia bingung tapi belajar menyesuaikan diri .. bingung kok sedih tapi kok malah ada musik2 nari2 .. mana rambutnya baru banget pink," tutup Gisel.

Momen tersebut memperlihatkan bagaimana Gempi perlahan belajar mengenal akar budaya keluarganya.

Meski tampak bingung, putri Gisel itu berusaha mengikuti seluruh rangkaian prosesi dan menyesuaikan diri dengan tradisi yang baru pertama kali ia jalani secara langsung.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |