Jakarta -
Anak berusia 12 tahun berinisial NS asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri.
Hasil autopsi mengungkapkan banyaknya luka bakar dalam tubuh anak santri tersebut dari kaki hingga area bibir serta hidung.
"Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas," ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, dikutip dari detikcom.
"Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," sambungnya.
Carles juga mengatakan bahwa jantung serta paru-paru NS sedikit membengkak yang saat ini masih diperiksa dan dikirim untuk pengujian.
"Jantung dan paru-paru kami periksa karena ada sedikit membengkak. Belum tahu apakah itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak. Untuk kekerasan tumpul tidak ada," pungkasnya.
Dari kronologi sebelumnya, Anwar Satibi (38) yang bekerja memasang gigi di Kota Sukabumi diminta pulang oleh sang istri.
"Saya ditelepon, 'pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas'. Itu kata istri saya," kata Anwar.
Anwar kaget melihat kondisi NS yang sudah melepuh di sejumlah bagian tubuh dan banyak luka lebam.
"Pas sampai di rumah saya kaget kondisi anak saya sudah pada melepuh. Saya tanya kenapa, istri jawab ini kan sakit panas makanya melepuh," tutur Anwar.
Saat berniat membeli salep, NS dibawa ke rumah sakit hingga seorang kerabat bertanya soal luka-luka yang didapat.
"Ditanyalah, ngaku dikasih minum air panas (oleh ibu tirinya) makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal,"
(dis/dis)
Loading ...

9 hours ago
6















































