Ini 4 Hal Berbahaya yang Akan Terjadi pada Tubuh saat Pakai Whip Pink
Penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) yang dikaitkan dengan Ship Pink masih menjadi sorotan masyarakat. Produk itu disebut disalahgunakan oleh para penggunanya.
Ahli kesehatan sekaligus mantan konsultan United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) Asia Pasifik atau badan PBB yang bergerak di bidang penyalahgunaan narkoba atau zat berbahaya, Dicky Budiman, pun buka suara atas hal tersebut. Dicky menyebut ada efek bahaya yang terjadi pada tubuh atas penggunaan N2O.
"Dan kelirunya, aman di fasilitas medis tidak berarti aman jika disalahgunakan tanpa pengawasan. Jadi, aspek legal bukan berarti tanda aman,"ucap Dicky dalam laporan dari detikcom.
Ia juga membeberkan empat hal berbahaya yang bisa terjadi pada tubuh saat menggunakan N2O.
Kekurangan Oksigen
Saat N2O dihirup, oksigen di paru-paru akan tergantikan. Proses ini pun terjadi begitu cepat sehingga bisa membuat otak serta jantung kekurangan oksigen.
"Dampaknya pingsan mendadak, henti napas, henti jantung, hingga kematian tiba-tiba, bahkan pada orang muda dan sehat," ucap Dicky.
Irama Jantung Terganggu
Ilustrasi stetoskop, rekam jantung, irama jantung, jantung/ Foto: Freepik
N2O juga bisa mengganggu irama jantung jika disalahgunakan. Pasalnya gas tersebut mengganggu sinyal listrik jantung dan memicu aritmia fatal.
"Inilah sebabnya ada kasus kematian mendadak tanpa gejala panjang,"lanjutnya.
Terjadi Kerusakan Saraf
Penyalahgunaan gas ini juga bisa menyebabkan kerusakan saraf akibat inaktivasi vitamin B12. Karena N2O bisa menonaktifkan vitamin B12 dan merusak selubung saraf.
Pengguna N2O pun cenderung merasakan keluhan seperti kesemutan, lumpuh berjalan dan gangguan berjalan. Kerusakan saraf akibat penggunaan N2O bisa terjadi secara permanen.
"Ini sering muncul biasanya beberapa hari atau minggu kemudian, sehingga dampaknya terlambat disadari," tutur Dicky.
Risiko Lainnya
Terakhir adalah munculnya beberapa risiko berbahaya lain seperti cedera jatuh, pusing, tidak seimbang ketika berjalan sampai memicu radang paru akut jika menghidup N2O langsung dari tabungnya.
Penggunaan N2O secara berulang atau dengan dosis yang besar juga bisa menyebabkan kematian. Dicky pun menyoroti kehadiran N2O yang masih dijual bebas sebagai produk rumah tangga. Terlebih gas ini juga tidak terdeteksi oleh tes narkoba standar. Padahal jika salah digunakan bisa menjadi ancaman besar bagi kesehatan.
"Karena dijual bebas sebagai produk rumah tangga misalnya, tidak terdeteksi juga oleh tes narkoba standar, juga tidak berbau menyengat. Ini yang menjadikan N2O menjadi ancaman kesehatan publik yang sunyi," jelasnya.
Efek 'rileks' dari N2O juga terjadi hanya beberapa detik namun memiliki dampak yang sangat besar pada tubuh.
"Dalam 1-2 hari atau minggu, ini bisa beberapa minggu kemudian bisa muncul. Dan risiko kerusakan sarafnya itu bisa seumur hidup," kata Dicky.
"Jadi, meskipun sudah pernah memakai, lebih baik periksakan kesehatan ke dokter supaya memastikan peluang pulih atau tidak mengalami risiko yang bisa terjadi. N2O itu bukan narkoba jalanan, tapi bila disalahgunakan risikonya nyata, dari kerusakan saraf permanen, otak, jantung, hingga kematian mendadak akibat kekurangan oksigen," tambahnya.

4 hours ago
3
















































