Jakarta -
Pengidap kanker ginjal kini banyak diidap oleh dewasa muda sekitar usia 20 hingga 30 tahun.
Hal itu terlihat dari catatan kasus penyakit ginjal kronik yang terus bertambah tiap tahunnya. Kebiasaan makan sehari-hari pun ternyata bisa menjadi pemicu yang meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal.
Masyarakat diminta untuk berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang tinggi bahan tambahan dan melalui proses pengolahan berlebihan atau mengonsumsi makanan berlebih yang mengandung pemanis buatan.
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO menjelaskan pada dasarnya sel dalam tubuh manusia dapat mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor salah satunya yaitu gaya hidup yang tidak sehat termasuk pola makan.
"Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, serta pemanis berlebih," ucapnya dalam konferensi pers Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laporan dari detikcom.
Sel-sel dalam tubuh orang dewasa sebenarnya mengalami perubahan secara alami. Namun, perubahan itu bisa berkembang menjadi masalah jika ada faktor luar yang kurang baik seperti gaya hidup.
"Sel pada orang dewasa itu secara alami bisa mengalami perubahan, kemudian terjadi mutasi yang diprovokasi oleh gaya hidup," tuturnya.
Sehingga penting untuk tetap menjaga pola makan yang baik dan seimbang. Langkah itu bisa membantu menurunkan risiko berbagai penyakit termasuk kanker.
Masyarakat juga diimbau untuk mengonsumsi makanan segar seperti sayur dan buah yang kaya akan vitamin. Selain itu penting untuk tetap melakukan olahraga teratur agar tubuh tetap bugar, meningkatkan stamina serta menjaga kesehatan jantung hingga tulang.
(agn/arm)
Loading ...

5 hours ago
3
















































